SUARASULUT.COM,MANADO– Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kota Manado menggelar Debat publik jilid dua Calon Walikota Manado, Selasa (17/11/2020) sekitar pukul 14.00 Wita di swiss bell hotel maleosan.
Dari pantauan seputarsulutnews.com, Sonya Silvana Kembuan (SSK) dan Mor Dominus Bastiaan (MDB) menjadi sorotan masyarakat, dalam program membangun kota tinutuan dari sektor ekonomi dan pariwisata
“Saya (SSK) bersama Syarifudin Saafa(SS) akan genjot human capital, Dengan pelayanan cepat hanya sehari dan inovatif. Harus out the box, dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan melalui pendapatan asli daerah (PAD) dari hanya Rp493 miliar menjadi Rp1 triliun. Menggenjot investasi melompat menjadi Rp 10 T di tahun pertama” kata Sonya Silvana Kembuan yang tampil atraktif dan sangat bersemangat.
Lanjut, Sonya yang mengenakan blus putih itu akan menitik beratkan sektor pariwisata untuk mendongkrak PAD,
“Tidak hanya berharap di APBD, dari Sumber pembiayaan pendapatan hotel, restoran dan tempat usaha sektor pariwisata, perhari bisa mencapai Rp2,5 miliar, jadi sebulan bisa mencapai Rp75 miliar, dengan begitu program Rp10 juta untuk 50.000 kepala keluarga yang berusaha. atau setara dengan Rp500 miliar, Sumbernya bisa digunakan dari biaya keuntungan. Dan kami juga menawarkan program lanjut usia Rp 1 juta per bulan” pungkasnya.
Sementara itu, Calon Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan (MDB) yang tampil elegan pada saat debat, juga menawarkan program kota jasa dagang dan pariwisata.
“Kami akan berusaha untuk tidak terikat dengan para sponsor yang akan menjadi beban selama pemerintahan berjalan, caranya memaksimalkan dan menata pasar tradisional agar terlihat menarik, dengan begitu sektor ekonomi maupun sektor pariwisata akan naik melalui turis domestik maupun mancanegara” ujar Mor calon walikota nomor urut 3 itu
Pasangan dari Calon Wakil Walikota Hanny Joost Pajouw (HJP) tersebut juga berjanji akan menata pasar dari segi insfrastruktur untuk terciptanya kenyamanan antara pedagang maupun pembeli
“Kami akan menurunkan sewa lapak, kios dan biaya-biaya yang dibebankan bagi para pedagang dengan cara pembiayaan hanya melalui satu pintu” Jelas MOR. (red)





