Maulid Nabi dan Etos Kepemimpinan

oleh -370 Dilihat
Oleh: Hairil Paputungan

DALAM sejarah buku paling laris di dunia internasional, salah satu yang masuk daftar adalah buku: Michael T. Hart, berjudul *100 Tokoh Paling Berpenruh di Dunia*.

Di buku best seller yang selalu cetak ulang itu, tercantum bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nama paling berpengaruh (di urutan pertama).

Alasannya? Pertama, Muhammad membuat perubahan penting bagi umat manusia, yang dampaknya terasa hingga kini.

Kedua, beliau bukan saja tokoh agama, tetapi juga tokoh politik dan juga jenderal perang.

Ketiga, Muhammad sekaligus mampu menunjukkan secara paripurna berbagai keunggulan seorang pemimpin. Baik dalam hal kecerdasan, strategi, kesabaran, dan ahlak terpuji.

Banyak contoh pemimpin dunia yang dahsyat, tetapi sering kali dholim terhadap keluarga, teman, dan pasukannya. Muhammad tidak. Dia sangat mencintai (dan dicintai oleh) pengikutnya. Dia diturut karena memberi keteladanan, bukan diikuti karena ancaman atau paksaan.

Dalam bahasa politik Islam, Sang Nabi memiliki semua syarat penting sebagai pemimpin. Yakni: Shidiq (jujur), Istiqomah (sabar, teguh, konsisten), Fathonah (cerdas), Amanah (bisa dipercaya), dan Tabligh (mampu mendidik dengan ajaran dan perbuatan).

Di titik ini, kita bisa memiliki kaca bening untuk bercermin. Bahwa Islam bukan sekedar agama etis, yang hanya berisi ajaran-ajaran moral. Meainkan juga agama dengan semangat perubahan (ke arah terbaik).

Perubahan dalam Islam niscaya dalam bentuk perjuangan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lain semacamnya.

Karenanya sebagai pengikut Nabi, kita wajib meneladani. Seperti termaktub dalam Quran, Surat Al Ahzab, atat 21: “Sesungguhnya di dalam diri Rosul terdapat suri tauladan yang baik bagimu”.

Konteks lain yang perlu diingat, bahwa etos (jiwa) kepemimpinan sangat penting. Umat tak boleh sembarangan dalam memilih pemimpin. Karena akan berakibat fatal, jika asal-asalan. Hadis Nabi mengingatkan: Jika sebuah urusan ditangani oleh orang yang tidak tepat, maka tunggulah kehancurannya.

Seorang pemimpin, paling tidak, wajib memenuhi kriteria yang mencukupi. Yaitu terbukti kecerdasannya, jujur, amanah, konsisten, bisa dipercaya, dan mampu memberi contoh yang baik.

Akhir kata, saat ini di Boltim, sedang berlangsung kontestasi mencari pemimpin. Maka wajib bagi kita memilih yang terbaik. Agar terjadi perubahan dan perbaikan di daerah yang sama-sama kita cintai ini. Wassalam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.