SUARASULUT.COM, BOLMONG – Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., mewisuda lebih dari 1.050 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kabupaten Bolaang Mongondow dalam kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalur 2 Kantor Bupati, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 3.000 orang yang terdiri atas para santri, orang tua, keluarga pendamping, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan Kementerian Agama.
Dalam prosesi wisuda, Bupati Yusra secara langsung menyalami dan memindahkan tali topi toga satu per satu kepada para santri. Kehadiran dan perhatian tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan keagamaan sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Yusra menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar membaca Al-Qur’an, melainkan awal bagi para santri untuk terus memperdalam ilmu agama dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk memberantas buta huruf Al-Qur’an melalui program pembinaan terpadu yang tengah dirancang bersama Kementerian Agama.
Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan 2027 dengan menyasar anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun. Salah satu upaya yang direncanakan yakni mengarahkan anak-anak mengikuti kegiatan belajar mengaji di TPQ atau aktivitas positif lainnya setelah salat Asar.
“Tujuan utama pendidikan anak bukan semata-mata agar kelak mereka kaya harta, melainkan yang lebih penting adalah kaya akhlak dan kaya kasih sayang kepada orang tua,” ujar Yusra.
Meminta para orang tua memastikan anak-anak memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an. Sementara itu, para guru dan ustaz diharapkan terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan baca tulis Al-Qur’an.
Selain itu, Yusra menginstruksikan pendataan seluruh TPQ yang aktif di Bolaang Mongondow, termasuk lembaga yang telah maupun belum mendapatkan bantuan dari Kementerian Agama dan pemerintah daerah.
Pendataan tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan lembaga pendidikan keagamaan. Pemerintah daerah juga berencana mengembangkan pola pendidikan seperti Madrasah Diniyah dengan memanfaatkan fasilitas sekolah pada sore hari sebagai tempat belajar mengaji.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd., dalam sambutannya menyoroti peningkatan status Direktorat Pondok Pesantren menjadi Direktorat Jenderal Pondok Pesantren.
Menurutnya, peningkatan status kelembagaan tersebut memberikan peluang bagi pengelolaan pesantren yang lebih mandiri, termasuk dalam tata kelola kelembagaan dan pembiayaan.
Namun, ia mengingatkan para pengasuh dan pengelola pesantren agar menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan yang transparan, aman, dan bertanggung jawab.
Ulyas juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisuda tersebut. Ia berharap dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan keagamaan dapat diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan untuk melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow, H. Shabri Makmur Bora, S.Ag., M.Pd.; Kepala Kantor Kementerian Haji, H. Kifli Lamusa, S.H.I., M.H.; serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow, Renti Mokoginta, S.Pd., M.Pd.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Bolaang Mongondow berharap pembinaan generasi Qur’ani dapat terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, tenaga pendidik, dan keluarga.(***)
