117 Kampung Bersiap Memilih Kapitalaung, Sangihe Serukan Pilkamtam Damai

SANGIHE — Kontestasi politik di 117 kampung se-Kabupaten Kepulauan Sangihe memasuki fase penting, namun seluruh calon Kapitalaung diingatkan bahwa perebutan suara tidak boleh berubah menjadi pertarungan yang merusak persaudaraan.

Pesan itu mengemuka dalam Deklarasi Kampanye Damai Pemilihan Kapitalaung Serentak 2026 di Papanuhung Santiago, yang diikuti Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Forkopimda, para calon Kapitalaung, serta panitia tingkat kampung.

Dengan mengusung tagline “Beda Pilihan, Tetap Bersaudara”, deklarasi tersebut menjadi penegasan bersama untuk menjaga tahapan pemilihan tetap aman, tertib, dan kondusif.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari, menegaskan bahwa pemilihan Kapitalaung tidak boleh berhenti pada persoalan siapa yang memperoleh suara terbanyak.
Menurutnya, pemimpin kampung yang terpilih harus mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi pelayanan publik, pembangunan, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, para calon diminta menggunakan masa kampanye untuk menyerap persoalan warga sekaligus menawarkan program yang jelas, terukur, dan realistis.

Peringatan keras juga diarahkan pada potensi konflik selama kontestasi. Para calon diminta tidak melakukan serangan pribadi, menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, melakukan provokasi maupun intimidasi, serta menjauhi praktik politik uang.

Pemerintah daerah juga mengingatkan bahwa kewenangan Kapitalaung merupakan amanah. Pengelolaan dana desa harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Sementara panitia dituntut bekerja profesional, jujur, dan adil. Aparatur pemerintah pun diminta tetap menjaga netralitas sepanjang seluruh tahapan pemilihan.

Pemungutan suara Pemilihan Kapitalaung Serentak 2026 dijadwalkan berlangsung Rabu, 21 Oktober 2026, di 117 kampung yang tersebar pada 12 kecamatan.

Seluruh pihak kemudian berkomitmen mengawal tahapan hingga penetapan hasil, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menghormati keputusan sesuai ketentuan.
Sebab, setelah suara dihitung dan pemenang ditetapkan, masyarakat Sangihe tetap harus hidup sebagai satu keluarga.Beda pilihan boleh, tetapi persaudaraan tidak boleh kalah oleh politik.(***)