BOLTIM — Keluhan warga Desa Jiko Utara terkait krisis air bersih di tengah kemarau panjang tak berhenti sebagai unggahan di media sosial.
Dalam hitungan waktu, permintaan tersebut mendapat respons langsung dari jajaran Polres Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Kapolres Boltim AKBP Golfried H. Pakpahan, S.H., M.Si., turun langsung ke wilayah Desa Jiko dan Desa Jiko Utara, Kecamatan Motongkad, Kamis (1/10/2026), untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kemarau dapat terbantu.
Respons tersebut bermula dari permintaan seorang warga yang disampaikan melalui postingan Humas Polres Boltim. Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih setelah kemarau berlangsung kurang lebih empat bulan.
Informasi itu kemudian mendapat perhatian Kapolres. Tanpa menunggu lama, jajaran Polres Boltim bergerak menyiapkan bantuan air bersih dan mendistribusikannya langsung kepada masyarakat.
Sekitar pukul 14.30 WITA, sebanyak kurang lebih 12.000 liter air bersih disalurkan menggunakan kendaraan truk tangki PMI Boltim.
Kapolres Boltim hadir bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU), personel Polres Boltim, anggota Sat Samapta, personel Sipropam serta personel Polsek Nuangan.
Distribusi air tidak hanya dipusatkan pada satu titik. Kapolres bersama personel memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan, termasuk dengan mengantarkan air hingga ke rumah-rumah masyarakat.
Kehadiran langsung Kapolres di tengah warga pun mendapat sambutan positif. Sejumlah masyarakat Jiko menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian serta respons cepat kepolisian dalam membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama kemarau.
Bagi Polres Boltim, keluhan masyarakat yang disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial, merupakan informasi penting yang perlu ditindaklanjuti.
Apa yang disampaikan warga tidak sekadar menjadi informasi, tetapi menjadi dasar bagi kepolisian untuk melihat kondisi di lapangan dan mengambil langkah nyata sesuai kebutuhan masyarakat.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan pola pelayanan kepolisian yang berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat—mendengar keluhan, merespons kebutuhan, dan turun langsung memberikan bantuan.
Dari sebuah permintaan warga, lahir aksi nyata. Dari media sosial, Polri hadir langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan penyaluran bantuan air bersih berlangsung aman, lancar dan terkendali. (***)

