Sulut, Teka-teki kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara akhirnya terjawab. Partai berlambang pohon beringin di Bumi Nyiur Melambai resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru dari DPP.
Dalam struktur baru yang telah disahkan tersebut, dr. Michaela Elsiana Paruntu (MEP) resmi memegang kendali sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulut. Mendampinginya, politisi muda Bolaang Mongondow Aditya Anugerah Moha (ADM) menempati posisi strategis sebagai Sekretaris, sementara srikandi senior Inggrid Sondakh dipercaya sebagai Bendahara.
Pengesahan SK ini sekaligus mengakhiri proses panjang penyusunan struktur yang berlangsung alot setelah Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulut beberapa waktu lalu.
Ketua terpilih, dr. Michaela Elsiana Paruntu (MEP) mengungkapkan, SK kepengurusan tersebut diterimanya langsung dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Jakarta.
“SK sudah kami terima langsung dari Ketum Bahlil Lahadalia. Ini menjadi tanda bahwa kepengurusan Golkar Sulut sudah sah dan solid untuk bergerak,” ungkap MEP dengan penuh syukur.
Dengan diterimanya SK tersebut, maka kepengurusan DPD Golkar Sulut di bawah komando MEP-ADM kini memiliki legitimasi penuh untuk menjalankan roda organisasi dan konsolidasi partai hingga ke tingkat Kabupaten/Kota.
Formasi MEP sebagai Ketua dan ADM sebagai Sekretaris dinilai sebagai kombinasi yang sangat ideal dan strategis untuk mengembalikan kejayaan Golkar di Sulut.
MEP, yang merupakan mantan Ketua DPRD Sulut dan tokoh perempuan kuat Golkar, dikenal memiliki jaringan yang luas hingga ke DPP dan basis massa yang kuat di wilayah Minahasa Raya.
Sementara ADM (Aditya Anugerah Moha), adalah politisi muda potensial dari Bolaang Mongondow Raya yang memiliki basis loyal dan mesin politik yang teruji. Duet ini dianggap mampu merangkul dua kekuatan besar Golkar: Minahasa dan Bolmong Raya.
Kehadiran Inggrid Sondakh sebagai Bendahara juga menjadi pelengkap. Politisi senior yang juga mantan pimpinan DPRD Sulut ini dikenal piawai dalam mengelola keuangan partai dan memiliki pengalaman politik yang tidak diragukan lagi.
Dengan struktur baru yang sudah sah, MEP menegaskan bahwa fokus utama Golkar Sulut ke depan adalah konsolidasi total dan merebut kembali kejayaan Golkar sebagai partai pemenang di Sulut.
“Kita tidak ada waktu untuk berlama-lama. Setelah SK terbit, kita langsung tancap gas. Konsolidasi hingga ke desa, rekrut kader muda, dan siapkan strategi untuk memenangkan Pileg, Pilkada, dan Pilpres 2029,” tegas MEP.
MEP juga mengajak seluruh kader Golkar Sulut yang sempat terpecah akibat dinamika Musda untuk kembali bersatu di bawah kepengurusan yang baru.
“Tidak ada lagi kubu-kubuan. Golkar harus solid. SK ini adalah milik kita bersama. Mari kita besarkan kembali rumah kita, Partai Golkar,” pungkas putri dari mantan Gubernur Sulut, S.H. Sarundajang tersebut.

