SANGIHE — Masa depan kepemimpinan sekolah di Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai diuji, setelah 170 bakal calon kepala sekolah mengikuti seleksi substansi untuk menentukan figur yang dinilai paling siap membawa perubahan di dunia pendidikan.
Seleksi yang digelar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah itu berlangsung di SMP Negeri 1 Tahuna, Rabu (26/8/2026), dan dijadwalkan hingga Jumat (28/8/2026). Kegiatan resmi dibuka Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari.
Para peserta berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni 5 bakal calon dari TK, 96 dari SD, dan 69 dari SMP.
Berbeda dari proses seleksi biasa, peserta menjalani Computer Based Test (CBT) di laboratorium komputer dengan pengawasan untuk memastikan proses berlangsung objektif dan transparan.
Materi seleksi diarahkan untuk mengukur kemampuan calon dalam aspek manajerial, supervisi akademik, kepemimpinan pembelajaran hingga pengembangan sekolah.
Pemkab Sangihe menargetkan proses tersebut mampu menghasilkan kepala sekolah yang tidak sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi memiliki karakter adaptif, inovatif, visioner dan mampu merespons perubahan pendidikan.
Langkah ini sekaligus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan organisasi terhadap kepala sekolah definitif berkualitas, sehingga kekosongan jabatan maupun penunjukan pelaksana tugas (Plt) dalam jangka panjang dapat diminimalkan.
Di wilayah kepulauan seperti Sangihe, kebutuhan terhadap pemimpin sekolah yang kompeten dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.
Seleksi ini pun menjadi salah satu tahapan penting Pemkab Sangihe dalam menyiapkan figur pemimpin pendidikan yang mampu membawa sekolah bergerak lebih maju.(***)

