SANGIHE– Ancaman banjir susulan dan longsor yang membayangi Kecamatan Tamako memaksa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat untuk menyelamatkan akses, sungai, dan permukiman warga.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat merespons dampak banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Tamako, Kamis (23/7/2026). Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD), pemerintah langsung mengirimkan satu unit ekskavator ke lokasi terdampak.
Alat berat tersebut difokuskan untuk melakukan normalisasi sungai sekaligus membersihkan material longsor yang menutup sejumlah titik di Kampung Binala. Penanganan darurat ini dilakukan agar aliran sungai kembali lancar serta mengurangi risiko banjir susulan.
Selain itu, pembersihan material longsor juga bertujuan membuka kembali akses masyarakat dan mengamankan kawasan permukiman dari potensi longsor lanjutan yang masih dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara cepat melalui koordinasi lintas sektor agar keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Di sisi lain, warga yang tinggal di kawasan rawan bencana diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap intensitas hujan yang masih tinggi. Pemerintah memastikan upaya penanganan infrastruktur terdampak akan terus dioptimalkan demi memberikan rasa aman dan menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.(***)

