KOTAMOBAGU – Burako Alason FC menunjukkan mental juara pada laga perdana mereka di Totabuan Champions League (TCL) 2026.
Sempat dibuat terdiam di babak pertama, tim asal Rata Totok, Kabupaten Minahasa Tenggara, itu bangkit dengan penuh determinasi sebelum membungkam Mutiara Hitam Lobong 2-1 di Stadion Nunuk Matali, Kotamobagu, Jumat (10/7/2026).
Laga berlangsung panas sejak menit awal. Kedua tim saling jual beli serangan demi mengamankan tiga poin perdana di Grup A. Namun, Mutiara Hitam Lobong lebih dulu membuat pendukung Burako terdiam setelah penyerang mereka, Klievino Momintan, sukses memecah kebuntuan pada menit ke-43.
Gol tersebut mengubah papan skor menjadi 1-0 dan bertahan hingga turun minum. Burako Alason pun dipaksa masuk ruang ganti dengan tekanan besar.
Namun, babak kedua menghadirkan cerita yang berbeda.
Pelatih Burako Alason FC, Firman Usman, langsung membaca kelemahan timnya. Pada menit ke-60, ia memainkan kartu truf dengan memasukkan Rigel Maningking menggantikan Hobni Hontong. Pergantian itu menjadi titik balik pertandingan.
Permainan Burako berubah drastis. Intensitas serangan meningkat, tekanan terus mengalir, dan lini pertahanan Mutiara Hitam mulai kewalahan menghadapi gelombang demi gelombang serangan.
Keputusan Firman terbukti jitu. Menit ke-71, Rigel yang baru masuk sukses mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1 dan membakar semangat rekan-rekannya.
Belum sempat Mutiara Hitam bangkit, petaka kembali datang lima menit berselang. Burako mendapatkan hadiah penalti, dan Risky Mokoagow yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-76.
Gol tersebut memastikan Burako Alason berbalik unggul 2-1, sekaligus membungkam perlawanan Mutiara Hitam.
Memasuki menit-menit akhir, tensi pertandingan semakin memanas. Duel keras dan adu emosi tak terhindarkan hingga wasit Tommy Manggopa beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk meredam situasi.
Di kubu Mutiara Hitam, Ilham diganjar kartu kuning pada menit ke-51, disusul Ambrin pada menit ke-83. Sementara Burako Alason juga kehilangan ketenangan setelah Saiful Hippi dan Rifandi menerima kartu kuning menjelang laga usai.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Burako Alason FC.
Pelatih Burako Alason FC, Firman Usman, mengaku kemenangan tersebut lahir dari perubahan mental anak asuhnya di babak kedua.
“Di babak pertama organisasi permainan kami agak longgar sehingga kecolongan. Saat jeda saya tekankan kepada pemain agar tetap tenang, lebih berani menyerang, dan akhirnya mereka mampu menjalankan instruksi dengan baik,” ujar Firman usai pertandingan.
Meski meraih kemenangan, Firman menegaskan timnya belum berada pada performa terbaik. Ia memastikan Burako Alason masih akan melakukan evaluasi sekaligus menambah kekuatan di beberapa sektor.
“Hasil hari ini tetap akan kami evaluasi karena masih ada penambahan pemain untuk mengisi beberapa posisi yang kami perlukan,” katanya.
Saat ditanya kemungkinan menggunakan pemain Liga Indonesia maupun legiun asing, pelatih yang dijuluki Raja Tarkam BMR itu memilih tetap mengandalkan potensi lokal.
“Kami belum berpikir menggunakan pemain liga ataupun asing. Saat ini kami masih percaya dengan pemain-pemain lokal berkualitas yang ada di Sulawesi Utara,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer Burako Alason FC, Jordi Emor, bersyukur timnya mampu membuka langkah di TCL 2026 dengan kemenangan. Namun, ia mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas.
“Kami bersyukur pertandingan pertama bisa kami menangkan. Tapi perjalanan masih panjang. Saya berharap para pemain tampil lebih spartan dan lebih baik lagi pada pertandingan berikutnya,” ujar Jordi.
Kemenangan dramatis ini sekaligus mengirim sinyal bahwa Burako Alason FC bukan sekadar tim pelengkap di Totabuan Champions League 2026. Dengan mental pantang menyerah dan permainan yang terus berkembang, mereka mulai menebar ancaman serius bagi para rival di Grup A. (***)
