Pahlawan Pendidikan Batuputih Berpulang, Jejak Pengabdian Ibrahim Nuai Abadi di Hati Masyarakat

BITUNG – Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kelurahan Batuputih Bawah dan Batuputih Atas atas wafatnya guru sekaligus tokoh pendidikan, Ibrahim Nuai.

Sosok yang dikenal ramah, rendah hati, dan penuh dedikasi itu dikenang sebagai “pahlawan pendidikan” yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk mencerdaskan generasi di Batuputih dan sejumlah desa di Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Almarhum mengawali pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 1990. Selama 15 tahun, ia mengajar di SMP Negeri 8 Batuputih dan menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan di wilayah tersebut. Berbagai tantangan dihadapi dengan penuh semangat, diiringi kepedulian dan inovasi demi kemajuan peserta didik.

Pada 2005, Ibrahim Nuai mendapat penugasan di SMK Negeri 4 Bitung. Hingga akhir hayatnya, ia tetap dikenal sebagai sosok pendidik yang berdedikasi tinggi dan selalu menempatkan pendidikan sebagai jalan membangun masa depan generasi muda.

Ibrahim Nuai lahir di Gorontalo pada 13 Desember 1966. Ia mengembuskan napas terakhir pada Kamis dini hari, 1 Juli 2026, di RSUP Prof. Kandou, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, rekan sejawat, serta ribuan murid yang pernah merasakan bimbingannya.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Welmin Neli Rahamis, tiga orang anak, yakni Mila Nuai, Fita Cahyani Nuai, dan Muhammad Fadel Utia Nuai, serta dua orang cucu.

Putri sulung almarhum, Mila Nuai, mengatakan keluarga merasa kehilangan sosok ayah yang selama hidupnya mengabdikan diri untuk keluarga dan dunia pendidikan.

“Papa adalah sosok yang sederhana, penuh kasih, dan sangat mencintai pekerjaannya sebagai guru. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas doa, perhatian, dan dukungan dari semua pihak. Semoga segala pengabdian Papa menjadi amal ibadah dan dikenang sebagai inspirasi bagi banyak orang,” ujar Mila. Kamis (01/07/2026)

Kepergian Ibrahim Nuai menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan di Kota Bitung, khususnya masyarakat Batuputih. Namun, semangat pengabdian dan nilai-nilai yang diwariskannya diyakini akan terus hidup melalui generasi yang pernah dididik dan dibimbingnya. (*)