Boltara Matangkan Usulan Warisan Budaya Tak Benda 2027, Pemkab Tegaskan Komitmen Jaga Identitas Daerah

Boltara – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Sidang Rekomendasi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia usulan tahun 2027 yang resmi dibuka oleh Bupati Boltara, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Fadly T. Usup, S.E., M.M., di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltara.Selasa(23/6/2026).

‎Sidang rekomendasi ini menjadi tahapan penting dalam proses verifikasi dan penilaian berbagai unsur budaya tak benda yang dinilai layak diusulkan ke tingkat nasional untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2027.

‎Dalam sambutannya, Fadly Usup menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga mempertahankan identitas dan jati diri daerah di tengah derasnya arus modernisasi.

‎‎“Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian kebudayaan melalui penguatan data dan dokumentasi, pembinaan pelaku budaya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kebudayaan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, perguruan tinggi, komunitas budaya, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

‎Menurutnya, pengusulan WBTB merupakan langkah strategis untuk memastikan kekayaan budaya daerah tidak hanya terdokumentasi dengan baik, tetapi juga mendapatkan pengakuan yang lebih luas di tingkat nasional.

‎Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut mengambil peran dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki Boltara.

‎“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Dengan menjaga budaya, kita turut menjaga identitas daerah agar tetap lestari dan relevan bagi generasi masa kini maupun generasi mendatang,” katanya.

‎Di akhir sambutan, Fadly memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyusunan dokumen usulan, inventarisasi, pendokumentasian, hingga pelaksanaan sidang rekomendasi.

‎‎“Semoga ikhtiar bersama ini menjadi kontribusi nyata dalam menjaga dan mewariskan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi penerus,” tuturnya.

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltara, para camat se-Kabupaten Boltara, pegiat budaya, serta peserta sidang rekomendasi WBTB.(***)