Direct Call ke China, Arang Tempurung UMKM Sulut Catat Sejarah Ekspor Baru

BITUNG – Sulawesi Utara kembali mencatatkan langkah maju dalam sektor perdagangan internasional. Untuk pertama kalinya, ekspor arang tempurung kelapa produksi UMKM dilakukan langsung dari Pelabuhan Bitung menuju China menggunakan kontainer internasional dan kapal internasional SITC Lines melalui layanan direct call, tanpa transit di Jakarta maupun Surabaya.

Pengiriman perdana tersebut sebanyak 25 ton menggunakan satu kontainer 40 feet. Produk arang dikemas dengan karung khusus berstandar Dangerous Goods (DG) yang didatangkan langsung dari China guna memenuhi ketentuan ekspor negara tujuan.

Ketua Sulut Go Ekspor, Alan Harvey Palar, mengatakan keberhasilan ekspor langsung dari Bitung menjadi bukti semakin terbukanya akses perdagangan internasional bagi pelaku usaha di Sulawesi Utara.

“Sebelumnya, ekspor arang dari Sulawesi Utara harus melalui proses transit kontainer atau restuffing di Jakarta dan Surabaya. Kini pengiriman dapat dilakukan langsung dari Bitung ke China menggunakan kapal internasional. Ini menjadi kemajuan besar bagi sektor ekspor daerah,” ujarnya. Senin (22/06/2026)

Menurut Alan, layanan direct call tidak hanya memangkas rantai distribusi dan waktu pengiriman, tetapi juga meningkatkan daya saing produk ekspor Sulawesi Utara di pasar global. Selain itu, aktivitas ekspor langsung melalui Pelabuhan Bitung berpotensi meningkatkan arus perdagangan internasional sekaligus menambah devisa ekspor yang tercatat dari Sulawesi Utara.

Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi sinyal positif bahwa Pelabuhan Bitung semakin siap menjadi gerbang ekspor kawasan timur Indonesia, khususnya untuk komoditas unggulan berbasis kelapa yang memiliki permintaan tinggi di pasar internasional.

Melihat peluang tersebut, Sulut Go Ekspor membuka pendampingan bagi pelaku usaha dan UMKM yang ingin menembus pasar ekspor.

“Kami siap membantu pengurusan dokumen ekspor, perizinan Dangerous Goods (DG), layanan undername, hingga penyediaan karung khusus sesuai standar negara tujuan. Harapannya semakin banyak UMKM Sulawesi Utara yang bisa naik kelas dan masuk ke pasar global,” kata Alan.

Ekspor perdana ini menjadi momentum penting bagi penguatan sektor ekspor-impor Sulawesi Utara sekaligus mempertegas posisi Bitung sebagai salah satu pintu perdagangan internasional yang strategis di Indonesia Timur. (*)