MINSEL– Meski sudah mencatat nilai di atas rata-rata nasional, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan tidak berpuas diri dan langsung bergerak melakukan pembenahan besar-besaran untuk mencegah potensi maladministrasi dalam pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar (FDW) memimpin langsung langkah perbaikan dan penyempurnaan pelayanan publik melalui rapat koordinasi yang digelar di Kantor Bupati Minahasa Selatan.
Langkah tersebut dilakukan menyusul perubahan pola penilaian Ombudsman Republik Indonesia yang kini tidak hanya menitikberatkan pada kepatuhan administratif, tetapi juga mengukur risiko maladministrasi, kualitas proses pelayanan, pengelolaan pengaduan, tingkat kepercayaan masyarakat, hingga tindak lanjut rekomendasi perbaikan.
Pada 2025, Pemkab Minahasa Selatan mencatat nilai 79,29 dengan kategori Kualitas Tinggi. Angka itu melampaui rata-rata nasional yang berada pada skor 74,64.
Capaian tersebut menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat kualitas layanan publik. Berbagai rekomendasi Ombudsman RI telah ditindaklanjuti, termasuk memberikan penghargaan kepada perangkat daerah dengan capaian terbaik.
Dinas Pendidikan meraih skor tertinggi dengan nilai 80,49, disusul Dinas Sosial dengan skor 80,38. Sementara itu, RSUD Amurang menjadi salah satu fokus pembinaan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menghadapi penilaian tahun 2026, Pemkab Minahasa Selatan menargetkan peningkatan kualitas layanan melalui pendampingan berkelanjutan pada seluruh lokus penilaian, penguatan koordinasi dengan Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Utara, serta membangun budaya pelayanan prima di seluruh perangkat daerah.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tegas Bupati FDW.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulawesi Utara Meilany Limpar bersama para Asisten Ombudsman, Sekretaris Daerah Glady Kawatu, jajaran pejabat Pemkab Minahasa Selatan, Direktur RSUD Amurang, serta para kepala sekolah.(***)

