KOTAMOBAGU – Dunia sepak bola Bolaang Mongondow Raya (BMR) bersiap menyaksikan gebrakan besar.
Turnamen Totabuan Champions League (TCL) Cup 2026 yang akan digelar pada awal Juli 2026 di Lapangan Nunuk, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, dipastikan bakal tampil beda dan jauh lebih bergengsi dibanding turnamen-turnamen sebelumnya.
Pasalnya, ajang yang disebut-sebut sebagai salah satu kompetisi sepak bola terbesar di BMR ini akan menjadi turnamen yang akan menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) di seluruh pertandingan.
Langkah ini langsung menyita perhatian publik sepak bola lokal karena dinilai sebagai terobosan besar yang bisa mengubah wajah kompetisi daerah.
Kehadiran VAR diyakini akan menjadi senjata penting untuk meminimalisir kontroversi wasit, mengurangi keputusan keliru, dan memastikan pertandingan berjalan lebih adil.
Dengan teknologi ini, setiap insiden krusial seperti handball, offside tipis, hingga pelanggaran keras yang luput dari pandangan wasit bisa ditinjau ulang secara lebih akurat.
Ketua Panitia TCL Cup 2026, Hendra Mokoagow, S.Pd, menegaskan bahwa penggunaan VAR bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk keseriusan panitia dalam menghadirkan turnamen yang benar-benar profesional.
“Sebagai kompetisi sepak bola terbesar di wilayah BMR, TCL Cup 2026 akan menerapkan sistem Video Assistant Referee (VAR) pada seluruh pertandingan. Ini demi memastikan keputusan wasit lebih akurat, lebih adil, dan meminimalisir kesalahan di lapangan,” tegas Hendra.
Ia menyebut, penerapan VAR menjadi bukti bahwa TCL Cup 2026 tidak ingin sekadar ramai peserta dan penonton, tetapi juga ingin tampil sebagai turnamen yang berkelas, modern, dan layak jadi contoh bagi event sepak bola lainnya di daerah.
Dukungan penuh juga datang dari Ketua PSSI Kotamobagu, Maichel Sholat Bibisa, yang menilai penggunaan VAR adalah langkah tepat untuk menjaga kualitas pertandingan sekaligus melindungi marwah sepak bola dari keputusan kontroversial.
Menurutnya, teknologi ini bukan hanya soal modernisasi, tetapi juga soal keadilan di atas lapangan. Ia menegaskan bahwa pada Walikota Cup 2025 sebelumnya, PSSI Kotamobagu juga telah mengarahkan penggunaan teknologi VAR sebagai bagian dari upaya menghadirkan permainan yang lebih objektif.
“Teknologi VAR akan terus menjadi bagian tak terpisahkan dari sepak bola modern. Kehadirannya mendorong olahraga ini menuju era baru yang lebih adil, transparan, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.
Dengan penerapan VAR sejak awal, TCL Cup 2026 dipastikan tidak hanya menjadi tontonan seru bagi pecinta sepak bola, tetapi juga berpotensi memunculkan standar baru dalam penyelenggaraan turnamen di BMR.
Publik kini menanti, apakah kehadiran teknologi ini benar-benar mampu meredam drama di lapangan dan menghadirkan pertandingan yang lebih bersih, tegas, dan penuh gengsi. (***)

