Kasus Malaria Impor Jadi Alarm, Bupati Oskar Genjot Kompetensi Tenaga Laboratorium Boltim

BOLTIM– Ancaman malaria belum benar-benar pergi dari Bolaang Mongondow Timur, saat kasus impor mulai muncul, Pemkab Boltim bergerak cepat memperkuat benteng pertahanan kesehatan lewat peningkatan kemampuan tenaga laboratorium medis.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mempertegas komitmennya dalam mempercepat eliminasi malaria dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya tenaga laboratorium medis.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Boltim, Oskar Manoppo SE MM, saat membuka kegiatan Pelatihan Penyegaran Mikroskopis Malaria bagi Tenaga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) se-Kabupaten Boltim, yang berlangsung di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Utara, Manado.

Pelatihan hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Boltim dan UPTD Bapelkes Sulut itu difokuskan untuk mempertajam kemampuan diagnostik para tenaga laboratorium di puskesmas maupun rumah sakit, terutama dalam mendeteksi kasus malaria secara cepat dan akurat.

Dalam sambutannya, Oskar menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan bukan sekadar agenda pelatihan rutin, tetapi menjadi bagian penting dari strategi daerah memutus mata rantai penyebaran malaria.

“Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat harus terus diperkuat, terutama dalam mendukung upaya eliminasi malaria di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur,” ujar Oskar.

Menjelaskan, tantangan malaria di Boltim kini mengalami perubahan pola. Jika sebelumnya lebih didominasi kasus lokal, saat ini ancaman justru berasal dari kasus impor, yakni warga yang baru kembali dari wilayah endemis seperti Papua dan sejumlah kawasan pertambangan.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan tenaga kesehatan, terutama petugas laboratorium, agar mampu mendeteksi infeksi secara tepat sebelum kasus berkembang lebih luas.

Meski teknologi pemeriksaan cepat seperti Rapid Diagnostic Test (RDT) semakin berkembang, Oskar menilai kemampuan pemeriksaan mikroskopis tetap menjadi fondasi utama dalam memastikan validitas diagnosis medis.

Bupati berharap pelatihan penyegaran ini melahirkan tenaga ATLM yang lebih profesional, sigap, dan mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung target Indonesia bebas malaria.

Kegiatan itu turut dihadiri jajaran UPTD Bapelkes Sulut, Dinas Kesehatan Boltim, fasilitator teknis, serta peserta ATLM dari berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Boltim.(***)