Alarm Lingkungan di Bolmong: TNBNW dan Pemkab Finalisasi Koridor Ekologis Demi Cegah Bencana

oleh -44 Dilihat

BOLMONG– Kerusakan hutan yang berujung banjir dan longsor kini tak lagi dipandang ancaman biasa di tengah alarm lingkungan yang makin nyata, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) bersama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow memfinalisasi pengusulan Koridor Ekologis Muara Pusian untuk menyelamatkan satwa endemik sekaligus memperkuat benteng ekologis daerah.

Upaya besar menjaga keseimbangan alam di Bolaang Mongondow mulai memasuki tahap penting. Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) bersama Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menuntaskan lokakarya finalisasi dokumen kajian teknis pengusulan Koridor Ekologis Muara Pusian, Senin (25/5/2026).

Lokakarya yang digelar di Meeting Room Paloko, Hotel Sutan Raja Kotamobagu itu dibuka langsung oleh Bupati Bolaang Mongondow, Yusra Alhabsyi. Forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, pegiat konservasi hingga unsur masyarakat dalam satu agenda besar: menjaga kesinambungan ekosistem kawasan hutan.

Kepala Balai TNBNW, Decky Hendra Prasetya, menegaskan bahwa keberadaan koridor ekologis menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keterhubungan habitat satwa liar, khususnya burung Maleo—satwa endemik khas Sulawesi yang populasinya terus menghadapi tekanan akibat perubahan bentang alam.

Menurutnya, koridor tersebut tidak hanya berfungsi menjaga jalur perpindahan satwa, tetapi juga memperkuat daya tahan ekosistem menghadapi dampak perubahan iklim.

“Koridor ekologis ini akan menjadi penghubung habitat satwa sekaligus mendukung ketahanan ekosistem,” ujar Decky.

Pengusulan kawasan preservasi tersebut telah melalui proses panjang, mulai dari kajian teknis wilayah, forum diskusi kelompok terpumpun (FGD), hingga sosialisasi kepada masyarakat.

Hasilnya, seluruh pihak menyepakati area preservasi seluas lebih dari 2.000 hektare di kawasan Muara Pusian sebagai bagian dari koridor ekologis yang diusulkan.

Sementara itu, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi mengingatkan bahwa dominasi kawasan hutan di wilayah Bolmong memiliki peran vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat.

Meningkatnya ancaman bencana ekologis akibat kerusakan kawasan hutan yang memicu longsor dan banjir di sejumlah wilayah.

“Kerusakan hutan yang memicu longsor dan banjir menjadi tantangan serius yang harus menjadi perhatian bersama,” tegas Yusra.

Bupati berharap hasil lokakarya tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan diwujudkan dalam langkah nyata yang terukur di lapangan.

Pengusulan Koridor Ekologis Muara Pusian diharapkan menjadi fondasi baru perlindungan satwa endemik Sulawesi sekaligus strategi jangka panjang mitigasi bencana di Bolaang Mongondow dan Sulawesi Utara.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.