Dua Nyawa Melayang, Kontraktor dan PPK Proyek Hotmix Jalan Zakaria Imban Terancam Pidana

oleh -191 Dilihat

KOTAMOBAGU – Kasus kecelakaan maut di ruas Jalan Zakaria Imban, Desa Poyowa Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, mulai memasuki babak serius.

Satlantas Polres Kotamobagu memastikan akan memanggil dan memeriksa kontraktor pelaksana serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Hotmix yang diduga menjadi penyebab insiden tragis tersebut.

Langkah itu diambil menyusul kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa dua warga di area proyek jalan milik Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas PUPR.

Kasat Lantas Polres Kotamobagu, AKP Luster Simanjuntak, menegaskan pihaknya akan mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pelaksanaan proyek tersebut, termasuk terkait pemasangan rambu dan tanda peringatan di lokasi pekerjaan.

“Ya betul sekali, mereka tetap kami mintai keterangan kaitan dengan apakah tanda-tanda peringatan terpasang atau tidak, bahwa ada pengerjaan proyek sedang dilakukan,” ujar AKP Luster Simanjuntak saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait akan segera dilakukan karena kasus tersebut telah menyebabkan hilangnya dua nyawa.

“Secepatnya, malam ini saya, Kanit dan anggota akan rapat terkait tindak lanjut kasus ini,” tegasnya.

Kasus ini sendiri berpotensi menyeret pihak yang bertanggung jawab ke ranah pidana. Jika terbukti terjadi kelalaian hingga menyebabkan korban meninggal dunia, penanggung jawab proyek dapat dijerat Pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun atau denda hingga Rp120 juta.

Sebelumnya, proyek pengerjaan Hotmix di Jalan Zakaria Imban diduga menjadi pemicu kecelakaan maut yang terjadi pada Selasa malam (12/5/2026) sekitar pukul 19.30 WITA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Scoopy DB 2911 DS yang dikendarai pria berinisial RL, berboncengan dengan perempuan DT.

Keduanya diketahui melaju dari arah Desa Kopandakan I menuju Kelurahan Molinow. Saat melintas di area proyek Hotmix, motor yang mereka kendarai diduga tergelincir hingga menyebabkan kecelakaan tunggal.

Kondisi jalan yang sementara dalam tahap pengerjaan disebut-sebut menjadi faktor pemicu insiden nahas tersebut.

Akibat kejadian itu, RL meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara DT sempat mendapatkan perawatan medis akibat luka serius, namun belakangan dikabarkan turut meninggal dunia.

Peristiwa tragis ini memicu sorotan publik terhadap standar keselamatan proyek jalan yang sedang dikerjakan, terutama terkait pengamanan lokasi dan pemasangan tanda peringatan bagi pengguna jalan. (**)