MINSEL — Di tengah ancaman lunturnya bahasa daerah akibat derasnya era digital, seorang siswi SD asal Minahasa Selatan justru tampil membawa harapan baru. Bahasa Tontemboan akan kembali bersuara di panggung nasional.
Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, SH menerima kunjungan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI di Kantor Bupati Minahasa Selatan dalam rangka memperkuat sinergi Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD).
Pertemuan tersebut juga membahas persiapan keberangkatan delegasi Sulawesi Utara menuju Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 yang akan digelar pada 22–26 Mei 2026 di PPSDM Kemendikdasmen RI, Depok, Jawa Barat.
Sorotan utama tertuju pada Mickeyla Rumpesak, siswi SD GMIM Malola, yang sukses terpilih sebagai salah satu wakil Provinsi Sulawesi Utara dalam ajang nasional tersebut.
Mickeyla akan tampil pada kategori Mendongeng Bahasa Daerah Minahasa Dialek Tontemboan, membawa identitas budaya Minahasa Selatan ke hadapan peserta dari seluruh Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan memberikan apresiasi penuh atas pencapaian itu. Keikutsertaan Mickeyla dinilai bukan sekadar perlombaan, tetapi juga simbol perjuangan menjaga bahasa ibu agar tidak hilang ditelan zaman.
“Kehadiran Mickeyla di tingkat nasional adalah bukti bahwa generasi muda kita memiliki kecintaan yang besar terhadap akar budayanya. Membawakan dongeng dalam dialek Tontemboan di panggung nasional merupakan kebanggaan besar bagi masyarakat Minahasa Selatan,” ujar Franky Donny Wongkar.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara Januar Pribadi, SIP, MM bersama jajaran, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Frangky Tangkere, SP, MSi bersama jajaran Pemkab Minahasa Selatan, Kepala SD GMIM Malola Selvi Rondonuwu bersama jajaran, serta Mickeyla Rumpesak bersama orang tua.(***)
