BITUNG — Kolaborasi antara pelaku wisata, pegiat konservasi, dan Pemerintah Kelurahan Batuputih Bawah terus diperkuat melalui pengembangan kelas belajar di Taman Baca Kelurahan Batuputih Bawah, Senin (11/5/2026).
Kolaborasi tersebut melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pendidikan Konservasi Tangkoko (PKT), dan Macaca Nigra Project bersama pemerintah kelurahan.
Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi taman baca tidak hanya sebagai ruang literasi, tetapi juga sebagai wadah edukasi berbasis konservasi dan pariwisata bagi anak-anak maupun masyarakat.
Lurah Batuputih Bawah, Alfrets Huria, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antarlembaga dan komunitas.
Menurutnya, kehadiran kelas belajar di taman baca diharapkan memberi manfaat nyata bagi warga, terutama dalam menumbuhkan budaya membaca serta memperluas akses pengetahuan di tingkat kelurahan.
“Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat dan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan manajer proyek sekaligus PKT, Santi Julianti atau yang akrab disapa Mba Sasa, menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat pendidikan masyarakat melalui pendekatan konservasi dan pariwisata.
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tidak semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus ditopang oleh penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan literasi.
Ia menambahkan, tantangan yang masih dihadapi di lapangan adalah rendahnya minat baca dan literasi di kalangan anak-anak maupun masyarakat. Karena itu, program kelas belajar di taman baca diharapkan menjadi ruang edukasi yang mampu mendorong tumbuhnya budaya belajar sejak dini.Ke depan, seluruh pihak berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan berkembang.
Dengan demikian, Taman Baca Kelurahan Batuputih Bawah diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga pusat pembelajaran masyarakat yang menopang penguatan konservasi, pendidikan, dan pariwisata di wilayah tersebut. (***)
