MANADO– Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Manado dan memberi peringatan keras: distribusi benih kelapa tak boleh disusupi permainan Pelanggaran sekecil apa pun akan berujung penindakan hukum.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pengembangan benih kelapa di Bengkol, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat.
Kunjungan diawali dengan peninjauan kebun bibit milik CV Angin Utara, tempat Mentan memastikan langsung kualitas benih yang akan disalurkan kepada petani.
Amran menegaskan, sidak ini dilakukan untuk menguji kebenaran klaim bahwa benih yang didistribusikan benar-benar unggul dan layak tanam.
Aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, tidak ragu melakukan pengawasan hingga penindakan jika ditemukan indikasi pelanggaran dalam proses distribusi.
Menurutnya, tidak boleh ada kompromi terhadap praktik yang merugikan petani. Bahkan, sanksi tegas akan dijatuhkan kepada pihak internal Kementerian Pertanian jika terbukti terlibat.
“Ini bukan lagi era pencitraan. Kami bekerja untuk memastikan petani benar-benar sejahtera sesuai arahan Presiden,” tegas Amran.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan didampingi Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, serta Wali Kota Manado Andrei Angouw.
Sidak ini menjadi bagian dari pengawasan program prioritas nasional yang mendorong penguatan komoditas strategis, seperti kelapa, tebu, pala, lada, dan kakao.
Selain itu, Mentan juga merespons usulan Pemerintah Provinsi Sulut terkait tambahan bantuan benih jagung untuk lahan seluas 15.000 hektare.
Amran menyatakan dukungan penuh, dengan catatan pengelolaan dilakukan secara profesional dan akuntabel.(***)
