Isu Gudang Sianida di Mogolaing Dipatahkan Warga: Fakta di Lapangan Tak Ditemukan

oleh -185 Dilihat
Foto Ilustrasi

KOTAMOBAGU – Isu dugaan keberadaan gudang sianida di kawasan permukiman padat Mogolaing, Kota Kotamobagu, mulai diragukan kebenarannya.

Setelah sempat memicu keresahan warga, informasi tersebut kini mendapat bantahan langsung dari masyarakat setempat usai dilakukan penelusuran di lokasi.

Sebelumnya, beredar pemberitaan yang menyebut adanya gudang penyimpanan bahan kimia berbahaya jenis sianida milik seorang warga berinisial H. Sal, yang diklaim berada di tengah lingkungan padat penduduk dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Namun, hasil pantauan langsung di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh dari tudingan tersebut. Tidak ditemukan aktivitas mencurigakan maupun tanda-tanda adanya penyimpanan bahan kimia berbahaya. Situasi lingkungan pun terpantau normal seperti biasa, tanpa indikasi keberadaan gudang zat beracun.

Sejumlah warga yang ditemui secara terpisah turut membantah keras kabar tersebut. Mereka menilai informasi yang beredar tidak sesuai fakta dan berpotensi menyesatkan opini publik.

“Saya sudah lama tinggal di sini, tidak pernah ada aktivitas seperti yang diberitakan. Tidak benar itu,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga lainnya juga meluruskan terkait sosok yang disebut dalam pemberitaan. Menurut mereka, H. Sale yang dimaksud bukanlah pelaku usaha bahan kimia, melainkan pedagang perhiasan yang telah lama dikenal di lingkungan tersebut.

“Setahu kami, beliau hanya jual beli emas dan perhiasan. Tidak ada hubungannya dengan sianida,” ungkap warga lainnya.

Selain itu, tidak terlihat adanya tanda-tanda penanganan dari aparat penegak hukum, seperti pemasangan garis polisi atau aktivitas pengamanan khusus yang biasanya dilakukan jika ditemukan bahan berbahaya di kawasan permukiman.

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa informasi yang sempat beredar luas tersebut kemungkinan merupakan kesalahan persepsi atau bahkan kabar yang belum terverifikasi secara menyeluruh.

Warga pun berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terlebih yang menyangkut isu sensitif dan dapat merugikan nama baik seseorang.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting akan perlunya verifikasi dan kehati-hatian dalam menyikapi setiap informasi, agar tidak menimbulkan kepanikan maupun dampak sosial yang tidak diinginkan di tengah masyarakat. (**)