Bapenda Bitung Genjot PAD 2026, Strategi Digital hingga Ekstensifikasi Pajak Mulai Tunjukkan Hasil
Plt Kaban Bapenda Bitung Theo Rorong (foto istimewa)
BITUNG – Kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung dalam mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 mulai menunjukkan tren positif sejak triwulan pertama. Jumat (10/4/2026)
Plt. Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong, menegaskan capaian tersebut menjadi indikator efektivitas strategi yang diterapkan, meski di tengah tekanan efisiensi fiskal secara nasional.
“Peningkatan penerimaan pajak pada triwulan pertama ini menjadi sinyal positif bagi optimalisasi PAD. Kami terus mendorong penggalian potensi pajak daerah yang belum maksimal,” ujar Theo, Kamis (9/4/2026).
Theo menjelaskan, capaian ini tidak lepas dari transformasi yang dilakukan Bapenda melalui tiga pilar utama.
Pertama, inovasi layanan digital untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak tanpa harus antre.
Kedua, penguatan transparansi pengelolaan keuangan daerah, dengan memastikan setiap transaksi pajak tercatat secara real-time.
Ketiga, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak melalui penyisiran potensi baru yang selama ini belum tergarap optimal.
“Langkah ini kami lakukan untuk memperluas basis pajak sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” jelasnya.
Selain sektor pajak, kinerja signifikan juga terlihat pada pos Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan. Dari target Rp5,5 miliar, realisasi telah mencapai Rp5,28 miliar atau 96,09 persen hanya dalam tiga bulan pertama tahun berjalan.
Namun demikian, Bapenda masih menghadapi tantangan pada sektor retribusi daerah yang baru terealisasi Rp631,9 juta atau 9,22 persen. Meski begitu, pihaknya tetap optimistis capaian tersebut akan meningkat pada triwulan berikutnya.
“Dengan capaian awal tahun ini, kami optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai, bahkan berpeluang melampaui target yang telah ditetapkan,” pungkas Theo.(***)
Rincian Capaian PAD Kota Bitung Triwulan I 2026:
Pajak Daerah: Rp17,96 miliar (19,82%)
Retribusi Daerah: Rp631,9 juta (9,22%)
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah: Rp5,28 miliar (96,09%)
Lain-lain PAD yang Sah: Rp362,6 juta (36,27%).
