MINSEL–Langkah tegas ditunjukkan Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, yang turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 kg.
Aksi ini menjadi peringatan keras bagi oknum nakal yang berpotensi memainkan harga dan distribusi gas bersubsidi bulan Ramadan.
I
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan bergerak cepat mengantisipasi potensi penyimpangan distribusi LPG 3 kg bersubsidi. Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, bersama Wakil Bupati Theodorus Kawatu, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pangkalan di Kecamatan Sinonsayang, Tenga, Tumpaan, dan Tatapaan.
Sidak ini dilakukan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai langkah strategis memastikan distribusi LPG bersubsidi tetap tepat sasaran, terutama menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional yang identik dengan lonjakan kebutuhan masyarakat.
Dalam sidak tersebut, tim melakukan pemeriksaan ketat terhadap harga jual di tingkat pangkalan, volume distribusi, hingga mekanisme penyaluran kepada masyarakat. Pemerintah juga memberi peringatan tegas kepada agen dan pangkalan agar tidak melakukan penimbunan maupun menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Pengawasan ini akan terus dilakukan. Kami tidak akan mentolerir praktik yang merugikan masyarakat,” tegas Franky Donny Wongkar saat berdialog langsung dengan para pemilik pangkalan.
Bupati menegaskan, komitmen pemerintah daerah adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan kebutuhan pokok, termasuk LPG 3 kg, agar tetap terjangkau bagi masyarakat yang berhak.
Sidak ini juga melibatkan unsur DPRD, kepolisian, TNI, kejaksaan, hingga pengadilan, menunjukkan keseriusan lintas sektor dalam mengawal distribusi energi bersubsidi di Minahasa Selatan.
Kehadiran aparat penegak hukum dalam sidak tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pelanggaran distribusi LPG tidak hanya berujung sanksi administratif, tetapi juga berpotensi masuk ranah hukum.
Dengan pengawasan yang diperketat, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berharap tidak ada lagi celah bagi praktik curang, serta memastikan masyarakat mendapatkan haknya secara adil, khususnya di momen krusial Ramadan.(***)
