Banjir Berulang di Kaki Gunung Bakan, 55 Rumah Tergenang, Warga Desak Evaluasi Aktivitas Tambang PT JRBM

oleh -600 Dilihat

BOLMONG – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bolaang Mongondow Raya dalam beberapa hari terakhir kembali memicu banjir bandang di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Puluhan rumah warga tergenang, sementara akses jalan penghubung Desa Bakan–Desa Matali Baru sempat lumpuh total.

Banjir setinggi lutut orang dewasa tersebut membawa material lumpur, batu, dan kayu yang menyumbat aliran Sungai Lolotut. Air meluap hingga merambah ke badan jalan dan masuk ke permukiman warga.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena Desa Bakan berada di kawasan kaki gunung yang diketahui terdapat aktivitas pertambangan emas oleh PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM).

Sejumlah warga menduga, luapan air yang kerap terjadi saat hujan deras tidak lepas dari dampak aktivitas di wilayah hulu.

“Air sungai yang sering meluap ini dari arah perusahaan PT JRBM,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Di media sosial, unggahan akun Facebook atas nama Ing Podomi memantik beragam komentar bernada keprihatinan. Warga mempertanyakan kondisi lingkungan di kawasan pegunungan yang dinilai semakin rentan.

Dahlan Pautungan menyoroti dugaan kerusakan hutan sebagai pemicu bencana. “Ini akibat pengrusakan hutan, masyarakat yang menanggung akibatnya,” tulisnya.

Sementara Kahru Suwandi menilai Desa Bakan menjadi korban dari aktivitas pertambangan di wilayah gunung.

“Bakan jadi korban akibat pengrusakan gunung oleh perusahaan tambang,” komentarnya.

Keluhan warga juga terdengar dalam siaran langsung saat banjir terjadi. Dalam kondisi berpuasa, mereka harus mengevakuasi barang-barang dari dalam rumah yang mulai terendam air.

Kasiang e torang ada puasa, so jam buka puasa ini. Torang musti mangada banjir, napa so maso dalam rumah capek torang!” keluh seorang warga dengan nada lelah.

Diketahui, peristiwa serupa juga pernah terjadi pada Agustus 2025 lalu di titik yang sama.

Banjir berulang ini memunculkan harapan masyarakat agar ada evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan lingkungan di wilayah hulu, termasuk aktivitas pertambangan yang beroperasi di sekitar Desa Bakan.

Sementara itu, Kapolsek Lolayan, IPTU Johan Atang, S.H., S.Th., M.A., M.Pd., menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Lolotut meluap.

“Bencana banjir tersebut terjadi akibat hujan lebat, sehingga mengakibatkan air sungai Lolotut yang melintasi Desa Bakan meluap. Banjir terjadi di titik yang sama pada kejadian yang lalu,” jelasnya.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sekitar 55 rumah warga sempat tergenang, namun kondisi kini berangsur normal.

“Air setinggi lutut orang dewasa dan tidak mengakibatkan adanya korban jiwa. Saat ini situasi sudah aman dan kondusif,” tandas Kapolsek.

Meski demikian, warga berharap ada langkah konkret dan transparan dari pihak terkait, termasuk perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan tersebut, guna memastikan pengelolaan lingkungan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan dampak berulang bagi masyarakat setiap musim hujan tiba. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.