Sudah Sepekan Pasokan Air PDAM Mati Total, Warga Moyag Resah: Aktivitas Terganggu, UMKM Merugi

KOTAMOBAGU — Warga Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, kembali dibuat resah akibat terhentinya pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bolmong selama sepekan terakhir.

Gangguan layanan tanpa pemberitahuan ini menyebabkan aktivitas rumah tangga dan usaha kecil lumpuh total.

Sejumlah warga mengaku kewalahan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Mereka terpaksa membeli air isi ulang untuk mandi dan memasak, sementara sebagian lainnya menumpang mengambil air dari sumur tetangga.

“Air sudah tidak keluar sudah seminggu ini. Kami tidak tahu penyebabnya karena tidak ada pemberitahuan dari PDAM. Mau mencuci saja susah, terpaksa beli air galon untuk mandi dan masak,” keluh seorang warga pelanggan PDAM, Minggu (30/11/2025).

Keluhan serupa juga datang dari pelanggan lainnya yang menilai PDAM kurang transparan dalam menyampaikan informasi ketika terjadi gangguan layanan.

“Kami paham kalau ada perbaikan atau kendala teknis. Tapi paling tidak diberitahu, supaya pelanggan tidak bingung seperti ini,” ujar warga lainnya.

Gangguan ini tak hanya memukul kebutuhan rumah tangga, tetapi juga para pelaku UMKM yang bergantung pada pasokan air untuk menjalankan usaha.

Mas Ali, pedagang bakso dan lalapan di Desa Moyag, mengaku pendapatannya menurun drastis karena tidak bisa beroperasi seperti biasa.

“Sudah beberapa hari jualan terhambat karena tidak ada air. Untuk cuci bahan, piring, dan masak, semua butuh air. Saya sampai beli air galon banyak sekali, itu pun tidak cukup. Jujur sangat memberatkan,” kata Mas Ali.

Menurutnya, kondisi ini membuat biaya operasional meningkat sementara pendapatan menurun. Jika pasokan air tak kunjung normal, ia khawatir usahanya akan merugi lebih besar.

Kepala PDAM Unit Modayag, Zulman Tooy, ketika dikonfirmasi, menjelaskan bahwa gangguan terjadi karena penyetelan ulang tekanan air di sejumlah jaringan. Selain itu, beberapa titik pipa tengah menjalani perbaikan.

“Saat ini kami sementara menyetel tekanan air, soalnya yang lain juga belum dapat air. Sementara jalur arah Ilongkow harus dilayani full karena kebutuhan air untuk pasukan TNI yang menetap di Ilongkow cukup banyak,” jelas Zulman.

Ia meminta warga bersabar karena tim teknis masih bekerja di lapangan. “Mohon maaf atas gangguan ini, masih dalam proses perbaikan tekanan air,” tambahnya.

Warga Moyag mendesak PDAM agar lebih responsif dan memberikan pemberitahuan resmi setiap kali terjadi gangguan layanan.

Selain itu, mereka berharap proses perbaikan dipercepat karena dampak yang ditimbulkan sudah cukup luas, terutama bagi keluarga dengan anak kecil dan pelaku usaha.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu kapan pasokan air kembali normal. (**)