Lisa Pelleng Mundur dari Jabatan Direktur Utama PDAM Mitra

SUARASULUT.COM, Ratahan – Setelah menanti selama 14 hari, kabar gembira datang dari eks Direktur Utama PDAM Mitra, Lisa Pelleng. Permohonan pengunduran dirinya dari posisi bergengsi tersebut telah resmi dikabulkan oleh Bupati Mitra per tanggal 24 November 2025.

Keputusan ini diambil setelah menjalankan tugas dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab, yang ia sebut diakhiri tepat pada tanggal 10 November 2025. Dalam pernyataannya, ia mengakui adanya “Tekanan” yang luar biasa yang menjadi faktor utama pendorong keputusannya untuk mundur.

Sosok ini dikenal sebagai figur yang tangguh, sekaligus menjadi satu-satunya Direktur PDAM perempuan di Sulawesi Utara saat menjabat, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.

Selama karirnya di jajaran BUMD Mitra, ia telah menorehkan jejak yang signifikan dan mendapat kepercayaan dari tiga kepala daerah berturut-turut:

* Bupati James Sumendap, SH. MH (2 Periode): Memberikan kesempatan pertama sebagai Direktur Umum PD Pasar Tahun 2020.
* Pj Bupati Ir. Ronald Sorongan: Mempercayakan jabatan Direktur Pemasaran PD Pasar Tahun 2024.
* Pj Bupati DR. Denny Mangala: Memberikan tantangan tertinggi sebagai Direktur Utama PDAM Mitra.

“Kepercayaan tersebut sudah saya laksanakan dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab,” ujar Lisa, sembari mengakui masih banyak kekurangan saat menjalankan tugas.

Ia tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Squad PDAM Mitra, karyawan, staf, penagih, operator, dan terkhusus para pelanggan, atas kerja sama dan dukungan selama masa jabatannya.

Secara khusus, ia mengucapkan selamat kepada penggantinya, Falcao Mamahit, yang telah diangkat sebagai Direktur yang baru.
“Selamat untuk adik saya Falcao Mamahit yang sudah diangkat sebagai Direktur yang baru. Selamat memasuki dunia perpipaan yaaa…. Semangatttss,” ujarnya.

Keputusan pengunduran diri ini menandai berakhirnya satu babak pengabdian, dan publik menantikan gebrakan selanjutnya dari figur berani yang telah membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin sektor infrastruktur vital.(***)