Pelantikan ASN di Sitaro, Awal Babak Baru Menuju Manajemen Talenta dan Tata Kelola Pemerintahan Modern

SITARO — Suasana khidmat menyelimuti Gedung Auditorium Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Hari itu menjadi momentum penting bagi jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Sitaro. Sebanyak sembilan pejabat dilantik dan diambil sumpah janjinya oleh Sekretaris Daerah Drs. Denny Kondoj, M.Si, atas nama Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM.

Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penyegaran dan penguatan tata kelola birokrasi daerah. Dalam sambutan yang dibacakan Sekda Denny Kondoj, Bupati Chyntia menegaskan bahwa sumpah jabatan mengandung tiga dimensi penting: hukum, etika, dan manajerial.

“Pengangkatan dan promosi seorang ASN memiliki legitimasi hukum yang jelas, disertai komitmen moral dan spiritual di hadapan Tuhan serta publik,” tutur Denny mengutip sambutan Bupati.

Dimensi hukum menurutnya menjadi dasar keabsahan seorang pejabat dalam menjalankan tugas. Namun lebih dari itu, etika dan moral adalah pilar utama yang menjaga integritas dalam pelayanan publik.

“Dalam dimensi manajerial, pelantikan ini menjadi momentum penyegaran, pemantapan, dan penguatan potensi sumber daya manusia di tubuh pemerintahan daerah,” lanjut Denny.

Bupati Chyntia melalui sambutan tertulisnya menggarisbawahi bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan hal wajar dalam sistem pemerintahan modern. “Semuanya dilakukan berdasarkan pertimbangan matang, transparan, dan profesional,” katanya.

Sitaro kini mulai menerapkan sistem e-Mutasi atau integrated mutasi, sebuah platform digital yang mengintegrasikan seluruh kebijakan terkait mutasi, promosi, dan pengangkatan ASN berdasarkan empat aspek utama: standar, norma, prosedur, dan kriteria.

Dengan sistem ini, pemerintah daerah memastikan bahwa setiap proses karier ASN berjalan objektif dan terukur. Tidak ada ruang bagi intervensi subjektif, sebab seluruh data dan rekam jejak ASN telah terekam dalam sistem.

Lebih jauh, Bupati Chyntia menyebut penerapan e-Mutasi menjadi pijakan menuju Manajemen Talenta ASN Sitaro. Sistem ini mengedepankan prinsip “The Right Man in The Right Place”, yakni penempatan aparatur sesuai potensi, kualifikasi, dan kinerja terbaiknya.

“Ke depan, karier ASN akan semakin terarah karena berbasis merit system. Ini bentuk nyata reformasi birokrasi yang berkeadilan dan berorientasi pada kinerja,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, pelantikan berlangsung khidmat disaksikan pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas, rohaniawan, serta keluarga para pejabat yang dilantik. Doa dan harapan terucap agar mereka dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.

Dalam daftar pejabat yang dilantik, terdapat beberapa nama dengan posisi strategis. Di antaranya, Stengly Langi, S.STP, yang sebelumnya menjabat Kepala BKPSDM kini menempati posisi sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan.

Sementara Misje Dianne Tamaka, SH yang sebelumnya memimpin Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kini dipercaya menjadi Sekretaris Badan Kesbangpol.

Posisi Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa diisi oleh Vernando Job Karel, ST, yang sebelumnya bertugas di bidang lalu lintas dan angkutan.

Kemudian Fredrik Dandel, ST, yang semula menjabat Sekretaris Badan Kesbangpol kini menempati posisi Kepala Bidang Politik Dalam Negeri.

Pejabat lain seperti Yosia Kiehne Liunsanda, S.IP, kini dipercaya menjadi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan, menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Vernando Job Karel.

Tak kalah penting, Yenny Feibyanti Manginsela, S.IP, kini memegang amanah sebagai Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat pada Satpol PP dan Damkar.

Sementara Agus Tambeke, S.Pi dirotasi menjadi Kepala Seksi Pemetaan Rawan Kebakaran pada instansi yang sama.

Fitria Onthoni, S.AB, M.Si, yang sebelumnya membidangi ideologi dan wawasan kebangsaan kini menempati jabatan Kepala Seksi Upaya Ketentraman dan Penegakan Peraturan di Kecamatan Siau Tengah.

Dan nama yang mencuri perhatian adalah Jacson Baginda, S.ST, pejabat yang kini dipercaya menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Sitaro, menggantikan posisi Stengly Langi.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Sitaro dalam memperkuat reformasi birokrasi. Perubahan dan rotasi jabatan dianggap sebagai langkah strategis menuju pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman.

Sekda Denny menegaskan, seluruh pejabat yang dilantik diminta segera menyesuaikan diri dengan tugas baru, membangun koordinasi, serta menjaga loyalitas terhadap pimpinan dan visi daerah.

“Pejabat yang baru dilantik harus langsung bekerja, tidak ada waktu untuk beradaptasi lama. Masyarakat menunggu pelayanan yang cepat dan profesional,” tegasnya.

Dalam suasana penuh semangat itu, para ASN yang baru saja dilantik mengucapkan sumpah jabatan dengan suara lantang, menandai komitmen mereka untuk bekerja sepenuh hati demi kepentingan masyarakat Sitaro.

Pelantikan kali ini juga menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan di bawah Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, yang terus mendorong inovasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berintegritas.

Dengan semangat baru yang diusung melalui sistem manajemen talenta, Pemkab Sitaro optimis mampu menciptakan aparatur yang profesional, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Banyak selamat dan tetap semangat,” tutup Sekda Denny Kondoj dalam sambutannya, disambut tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin.(tonglee)