BOLMONG – Situasi keamanan di Desa Imandi, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Untuk mengantisipasi meluasnya aksi tawuran antarkampung (Tarkam), satu kompi personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Utara diterjunkan guna memperkuat pengamanan bersama satuan kewilayahan Polres Bolmong, Minggu (8/11/2026).
Penebalan kekuatan Brimob tersebut dipimpin langsung Komandan Batalyon (Danyon) B Pelopor, Kompol I Wayan Wimantara, S.Sos., M.M.
Kehadiran pasukan elite Polri ini merupakan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah terjadinya bentrokan susulan.
Dengan kekuatan satu kompi, personel Brimob disiagakan untuk mendukung langkah-langkah pengamanan di lapangan, bersinergi dengan jajaran Polres Bolmong dalam mengendalikan situasi dan memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman.
Kompol I Wayan Wimantara menegaskan, pengerahan personel Brimob merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam merespons setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Kami hadir untuk memperkuat pengamanan bersama jajaran Polres Bolmong. Prioritas utama kami adalah mencegah terjadinya bentrokan susulan, menjaga keselamatan masyarakat, serta memastikan situasi di Desa Imandi tetap aman dan kondusif. Kami juga mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, namun tetap tegas terhadap setiap tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan,” tegas Wimantara.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, serta mempercayakan penanganan persoalan kepada aparat keamanan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak terpancing emosi. Jangan sampai persoalan yang terjadi justru semakin meluas dan merugikan banyak pihak. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Melalui penebalan kekuatan ini, Brimob bersama Polres Bolmong berkomitmen menjaga situasi tetap terkendali serta mencegah konflik antarkampung berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar. (***)
