SUARASULUT.COM, BOLTARA – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Moh. Aditya Pontoh, S.IP., melakukan audiensi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kamis (5/11/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan sektor kesehatan serta pemenuhan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Dalam audiensi tersebut, Aditya menyampaikan sejumlah usulan strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, mulai dari pengembangan rumah sakit, renovasi puskesmas, pengadaan alat kesehatan, hingga penambahan tenaga dokter spesialis.
Salah satu usulan yang menjadi perhatian adalah peningkatan sarana dan prasarana RSUD Bintauna. Pemkab Boltara mengusulkan pembangunan gedung Central Sterile Supply Department (CSSD), instalasi radiologi, ruang isolasi rawat inap, rumah dinas tenaga medis dan paramedis, instalasi farmasi, serta gedung pemulasaran jenazah.
Selain pembangunan fasilitas, pemerintah daerah juga mengusulkan pengadaan alat kesehatan emergensi dan ambulans transport untuk mendukung pelayanan rumah sakit.
Pemkab Boltara turut mendorong penguatan fasilitas RSUD PHTC Boltara melalui penambahan peralatan medis guna menunjang operasional rumah sakit yang saat ini sedang dibangun. Sementara itu, penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah dianggarkan pada 2027.
Persoalan keterbatasan fasilitas pemeriksaan laboratorium juga menjadi salah satu agenda yang disampaikan. Pemerintah daerah mengusulkan pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda/Labkesmas), mengingat selama ini pemeriksaan spesimen masih bergantung pada Balai Laboratorium Kesehatan di Manado dengan waktu tempuh sekitar enam hingga tujuh jam.
Di sektor pelayanan kesehatan tingkat pertama, Pemkab Boltara mengusulkan renovasi puskesmas rawat inap dan rawat jalan yang rata-rata usia bangunannya telah lebih dari 12 tahun. Selain itu, pembangunan dan renovasi tujuh unit Puskesmas Pembantu (Pustu) yang mengalami kerusakan sedang hingga berat juga menjadi kebutuhan yang diperjuangkan.
Usulan lainnya mencakup pengadaan ambulans transport dan mobil jenazah untuk rumah sakit maupun puskesmas, pemenuhan alat kesehatan di puskesmas dan RSUD Bintauna, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di enam puskesmas, serta pengadaan alat insinerator untuk RSUD Bintauna dan RSUD Boltara.
Tidak hanya menyangkut infrastruktur dan peralatan medis, pemerintah daerah juga mengusulkan penambahan dokter spesialis di RSUD PHTC Boltara dan RSUD Bintauna. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan rujukan sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan medis yang lebih memadai di daerah sendiri.
Melalui audiensi tersebut, Pemkab Bolaang Mongondow Utara berharap berbagai kebutuhan sektor kesehatan yang telah disampaikan dapat memperoleh perhatian dan dukungan pemerintah pusat.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, meningkatkan kualitas fasilitas medis, serta memperkuat pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat Boltara.(***)
