‎Lewat Program POLIRAN, Kapolres Kotamobagu Serap Aspirasi hingga Dengarkan Keluhan Pengemudi Ojek

WhatsApp-Image-2026-11-05-at-15.10.30

KOTAMOBAGU – Tak sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, Polres Kotamobagu terus menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat.

‎Melalui program POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran), Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., turun langsung menemui komunitas pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan se-Kota Kotamobagu, Kamis (5/11/2026).

‎Didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kotamobagu, Kapolres menggelar pertemuan penuh keakraban sekaligus berdialog langsung dengan para pengemudi ojek.

Berbagai aspirasi, keluhan hingga kendala yang dihadapi para pengemudi dalam mencari nafkah menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.

‎Suasana dialog berlangsung terbuka dan humanis. Para pengemudi diberikan kesempatan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, sehingga kehadiran kepolisian tidak hanya dirasakan dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

‎Kapolres AKBP Abdul Kholik mengatakan, pengemudi ojol maupun ojek pangkalan merupakan bagian penting dalam menunjang mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

‎Karena itu, menurutnya, Polri harus hadir sebagai mitra masyarakat yang tidak hanya memberikan perlindungan dan pelayanan, tetapi juga bersedia mendengar serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi warga.

‎Ia juga mengajak seluruh komunitas pengemudi ojek untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Sitkamtibmas) di wilayah Kota Kotamobagu.

‎Kapolres menegaskan, terciptanya situasi yang aman dan kondusif bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan, kepedulian dan sinergi seluruh elemen masyarakat.

‎Melalui program POLIRAN yang dilaksanakan dalam rangka mendukung proses 100 hari Kapolri, Polres Kotamobagu berupaya memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih dekat, terbuka dan humanis.

‎Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan hanya saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan perhatian, ruang untuk menyampaikan aspirasi dan kepedulian.

‎Polri hadir bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga mendengar, peduli dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. (***)

Exit mobile version