Hillary J Tuwo Dampingi Ketua DPRD Sulut Turun Langsung Temui Ratusan Mahasiswa

IMG-20261105-WA0003-768x346

Manado, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dr. Fransiscus Andi Silangen, didampingi Wakil Ketua DPRD Sulut, Hillary J Tuwo, turun langsung menemui aksi massa Persatuan Mahasiswa Sulawesi Utara (PERMSTA) di Kantor DPRD Sulut, Rabu (4/11/2026) sore.

 

Kehadiran langsung orang nomor satu di parlemen Sulut bersama Hillary J Tuwo tersebut menjadi bentuk keseriusan DPRD Sulut dalam mendengarkan aspirasi mahasiswa secara langsung, tanpa perantara.

 

Ratusan lebih mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Sulawesi Utara (PERMSTA) menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara, setelah sebelumnya berkumpul di Taman Makam Pahlawan Kairagi Manado.

 

Dari titik kumpul di Taman Makam Pahlawan Kairagi, massa aksi melakukan long march menuju Gedung Cengkeh, Kantor DPRD Sulut, Jalan Raya Manado-Bitung, Kelurahan Kairagi Satu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

 

Dengan tujuan menyampaikan serangkaian tuntutan nasional maupun daerah kepada pemangku kepentingan Sulawesi Utara, massa aksi membawa spanduk, poster, dan pengeras suara, menyuarakan keresahan mereka terkait berbagai persoalan yang terjadi di tingkat nasional hingga persoalan daerah yang dirasakan langsung oleh masyarakat Sulut.

 

Setibanya di depan Gedung DPRD Sulut, massa sempat memaksa masuk ke dalam kantor. Namun setelah melalui proses negosiasi yang panjang dengan aparat keamanan dan Sekretariat Dewan (Setwan), akhirnya perwakilan mahasiswa diterima untuk berdialog langsung.

 

Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen, yang didampingi Hillary J Tuwo, bersama Anggota DPRD Sulut lainnya yakni Royke Roring, menerima perwakilan mahasiswa dengan suasana yang terbuka dan dialogis.

 

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan PERMSTA menyampaikan tuntutan mereka satu per satu, mulai dari isu nasional hingga isu lokal Sulawesi Utara, seperti persoalan ekonomi rakyat, pendidikan yang sangat memprihatinkan di kepulauan Manado Tua, lapangan kerja, hingga transparansi kebijakan pemerintah daerah menyikapi kebakaran Hutan Kalhutla hingga yang terjadi di Gunung Klabat.

 

Ketua DPRD Sulut menyampaikan apresiasi atas aksi yang dilakukan mahasiswa secara tertib dan demokratis. Ia menegaskan bahwa DPRD Sulut adalah rumah rakyat, dan suara mahasiswa adalah suara yang harus didengar dan diperjuangkan.

 

“Kami mendengarkan, kami mencatat, dan kami akan tindak lanjuti. DPRD ini adalah rumah rakyat. Sampaikan dengan baik, kami akan perjuangkan sesuai kewenangan kami,” ujar Fransiscus Andi Silangen di hadapan perwakilan mahasiswa.

 

Sementara itu, Hillary J Tuwo yang turut mendampingi juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah dialogis tersebut. Ia menilai mahasiswa sebagai agen perubahan yang harus diberi ruang untuk menyampaikan kritik yang konstruktif bagi kemajuan daerah.

 

Aksi demonstrasi yang berlangsung sejak sore hingga menjelang malam tersebut akhirnya berakhir dengan damai. Massa aksi membubarkan diri secara tertib setelah perwakilan mereka diterima dan tuntutan mereka dicatat secara resmi oleh DPRD Sulut untuk ditindaklanjuti dalam rapat-rapat kedewanan berikutnya.

Exit mobile version