‎TNI-Polri Siaga 3×24 Jam! URC Polres Kotamobagu Sisir Titik Rawan Tawuran Abak-Bombanon

‎LOLAYAN – Tak ingin konflik antarwarga Desa Abak dan Desa Bombanon kembali memanas, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Kotamobagu langsung meningkatkan patroli dan penyisiran di dua desa yang terlibat tawuran, Minggu dini hari.

‎Langkah cepat ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi balasan, mencegah provokasi, sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terkendali.

‎Dengan pola hunting system, personel URC menyisir jalur perbatasan, permukiman warga hingga sejumlah titik rawan yang sebelumnya menjadi lokasi bentrokan. Petugas juga menyampaikan imbauan Kamtibmas agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan kembali terlibat dalam aksi kekerasan.

‎Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kasat Reskrim AKP Mahadewa Bayu S., S.Tr.K., S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi munculnya konflik susulan.

‎”Pasca kejadian Abak vs Bombanon, kami perintahkan Tim URC untuk stand by dan melakukan patroli mobile di dua desa tersebut. Ini untuk mencegah provokasi dan aksi balasan,” tegas AKP Mahadewa.

‎Ia menjelaskan, Polres Kotamobagu juga telah menyiagakan personel gabungan bersama TNI dan Brimob selama 3×24 jam di lokasi konflik.

‎Meski proses mediasi telah dilakukan dan situasi berangsur kondusif, aparat tidak ingin lengah. Patroli akan terus diintensifkan guna memastikan tidak ada pihak yang kembali memancing keributan.

‎”Kami sudah lakukan mediasi dan saat ini situasi sudah kondusif. Namun patroli akan terus kami gencarkan. Jika ada yang mencoba memprovokasi atau melakukan penyerangan ulang, akan kami tindak tegas,” ujarnya.

‎AKP Mahadewa turut mengajak tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para orang tua di Desa Abak dan Bombanon untuk berperan aktif meredam situasi dan menjaga hubungan antar warga.

‎”Kami minta semua pihak menahan diri. Serahkan sepenuhnya kepada aparat. Jangan ada yang main hakim sendiri. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama,” tutupnya.

‎Kehadiran URC bersama personel gabungan diharapkan mampu mencegah konflik kembali pecah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di kedua desa tersebut. (**)

Exit mobile version