‎Tak Beri Celah Tawuran Susulan, URC Polres Kotamobagu Intensifkan Patroli di Upai-Poopo, Situasi Kondusif ‎

KOTAMOBAGU – Pasca bentrok antar kampung yang terjadi sebelumnya, jajaran Polres Kotamobagu langsung meningkatkan pengamanan di wilayah yang dinilai rawan.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Kotamobagu bergerak melakukan patroli mulai dari Kelurahan Upai hingga perbatasan Desa Poopo, Minggu (27/9/2026).

‎Patroli tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

‎Personel URC menyisir sejumlah titik yang dianggap rawan serta melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan. Kehadiran personel kepolisian juga menjadi langkah preventif agar tidak ada pihak yang kembali melakukan tindakan yang dapat memicu konflik.

‎Hasil pemantauan hingga Minggu siang menunjukkan kondisi di wilayah Upai hingga perbatasan Poopo berada dalam keadaan aman dan terkendali. Meski demikian, personel kepolisian tetap disiagakan dan melakukan patroli secara berkala.

‎Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P, melalui Kasat Reskrim AKP Mahadewa Bayu Sulistyanarendra, S.Tr.K., S.I.K, menegaskan bahwa kepolisian bergerak cepat untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas lanjutan.

‎“Benar, pasca bentrok antar kampung, Tim URC Polres Kotamobagu langsung melaksanakan patroli dari Kelurahan Upai sampai ke perbatasan Desa Poopo. Langkah ini kami lakukan untuk mencegah adanya tawuran susulan dan memastikan situasi benar-benar kondusif. Sampai saat ini situasi masih aman terkendali,” tegas AKP Mahadewa.

‎Ia menambahkan, kepolisian mengimbau masyarakat di kedua wilayah untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

‎Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri yang berpotensi memperkeruh suasana. Penanganan terhadap setiap persoalan diserahkan kepada pihak kepolisian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

‎Polres Kotamobagu turut mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial, khususnya dengan tidak menyebarkan informasi hoaks, konten provokatif maupun informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memicu kembali ketegangan.

‎“Mari bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi dan percayakan penanganannya kepada pihak kepolisian,” demikian imbauan kepolisian. (***)