MANADO — Pertukaran pengalaman pembangunan antara Kota Manado dan Kabupaten Malang mendadak menarik perhatian ketika pembahasan insentif kepala lingkungan mencuat dan menunjukkan perbedaan mencolok di antara kedua daerah.
Wali Kota Manado Andrei Angouw menerima kunjungan kerja Bupati Malang Sanusi bersama jajaran Pemkab Malang, Selasa (18/8/2026), di ruang serbaguna Pemkot Manado.
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi pemerintahan. Pemkab Malang datang untuk mempelajari berbagai kebijakan Manado, khususnya terkait pengembangan bahari, pariwisata, investasi, konektivitas wilayah, hingga inovasi pembangunan daerah.
Rombongan Malang terdiri dari Ketua DPRD, Sekda, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita, sejumlah kepala perangkat daerah serta direktur BUMD.
Dalam pertemuan itu, Bupati Sanusi memaparkan arah pembangunan Kabupaten Malang, termasuk upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menggerakkan perekonomian sekaligus menekan angka kemiskinan.
Pembahasan kemudian bergeser pada tata kelola pemerintahan dan berbagai inovasi yang diterapkan Pemerintah Kota Manado.
Andrei menjelaskan karakter Manado sebagai kota jasa dan perdagangan. Sektor tersebut, menurutnya, masih memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, sementara sektor pariwisata terus berkembang meski kontribusinya belum sebesar perdagangan dan jasa.
Data kependudukan juga menjadi bagian pembahasan. Wali Kota menyebut jumlah penduduk Manado berdasarkan data BPS berada di kisaran 450 ribu jiwa.
Salah satu topik yang mendapat perhatian rombongan Malang adalah pengelolaan penerangan jalan umum (PJU), termasuk mekanisme penerimaan retribusi yang dilakukan melalui kerja sama dengan PLN.
Andrei menjelaskan, pengelolaan PJU tersebut dapat dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait, termasuk Perkim dan Baperida, dengan mekanisme penentuan tarif yang mengikuti ketentuan nasional.
Manado juga dinilai memiliki posisi strategis sebagai daerah transit bagi wilayah di sekitarnya, termasuk memiliki keterhubungan dengan daerah dan negara tetangga.
Soal pemanfaatan teknologi pemerintahan, Andrei memaparkan keberadaan layanan 112 sebagai salah satu sarana merespons kondisi sosial dan keamanan masyarakat. Layanan tersebut juga terhubung dengan kepolisian serta mendukung koordinasi dengan PLN terkait persoalan penerangan.
Tak berhenti di sana, Wali Kota mengungkapkan Pemkot Manado terus mendorong digitalisasi pemerintahan melalui sistem yang dikembangkan sendiri untuk memantau program dan kegiatan pemerintah sekaligus menyajikan profil masyarakat.
Pembahasan semakin menarik ketika Kepala Bapeda Kabupaten Malang menanyakan peran kepala lingkungan di Manado yang memiliki cakupan tugas cukup kompleks.
Jawaban mengenai besaran insentif kepala lingkungan kemudian menjadi salah satu poin yang paling mencuri perhatian rombongan.
Di Manado, insentif kepala lingkungan disebut mencapai Rp5 juta per bulan, sementara di Kabupaten Malang berada di kisaran Rp3 juta per tahun.
Perbedaan tersebut sontak menjadi perhatian jajaran Pemkab Malang yang hadir dalam pertemuan.
Bukan hanya kepala lingkungan, insentif bagi tokoh agama di Manado juga ikut dibahas, dengan besaran yang disebut berada pada kisaran Rp750 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.
Agenda kemudian berlanjut pada pembahasan pengelolaan layanan publik, termasuk PDAM. Wali Kota Manado bahkan sempat berdiskusi dengan Direktur Utama PDAM Kabupaten Malang mengenai layanan dan pendapatan perusahaan daerah tersebut yang disebut mencapai sekitar Rp50 miliar per tahun.
Sementara terkait potensi perikanan, Andrei menjelaskan posisi Manado dalam pengembangan komoditas cakalang. Untuk industri pengalengan, aktivitas tersebut lebih banyak berada di Bitung, sedangkan Manado memiliki potensi pengembangan UMKM berbasis olahan cakalang, termasuk cakalang fufu.
Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari koordinasi dan studi pembelajaran Pemkab Malang dalam mendukung implementasi Perda Kabupaten Malang Nomor 5 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Malang 2025–2029, khususnya percepatan pengembangan wilayah Malang Selatan.
Pertemuan ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Kota Manado sebagai simbol hubungan kerja sama dan pertukaran pengalaman pembangunan kedua daerah.(***)
