Manado, Tragedi kecelakaan pada ajang lomba Drag Race di Kota Kotamobagu, Minggu (9/8/2026), yang menelan korban jiwa mengundang duka mendalam dari berbagai elemen masyarakat.
Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara (Sulut).
Melalui pernyataan sikap resmi, BKPRMI Sulut mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu, mendoakan korban, dan menyerahkan proses hukum kepada aparat yang berwenang.
Ketua DPW BKPRMI Sulut menegaskan, pihaknya sangat prihatin atas jatuhnya korban jiwa dalam kegiatan tersebut.
“Kami dari DPW BKPRMI Sulut menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya. Ini musibah yang tidak kita inginkan bersama,” ujar Donal Pakuku, Senin (10/8/2026).
Dalam pernyataannya, BKPRMI Sulut menyampaikan 5 sikap:
Pertama, mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat Sulut mendoakan para korban meninggal agar Husnul Khotimah dan ditempatkan di sisi terbaik ALLAH SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan.
Kedua, menggalang kepedulian. BKPRMI Sulut mengajak masyarakat membantu meringankan beban para korban, khususnya yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Ketiga, menyerukan agar semua pihak menahan diri. “Jangan saling menyalahkan dan mencari kambing hitam. Serahkan sepenuhnya kepada Aparat Penegak Hukum. Jangan sampai kejadian ini dipolitisir,” tegasnya.
Keempat, menjaga stabilitas dan kondusivitas di tengah masyarakat agar tidak terjadi perpecahan akibat tragedi ini.
Kelima, menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran. “Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kejadian Drag Race berdarah ini agar ke depan kegiatan kepemudaan lebih mengedepankan keselamatan,” jelasnya.
Ketua DPW BKPRMI Sulut mengimbau seluruh pengurus dan remaja masjid se-Sulut untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting tentang keselamatan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam setiap kegiatan kepemudaan.
“Kejadian ini menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih mengutamakan keselamatan jiwa dan tidak mengabaikan prosedur dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat luas,” pungkasnya.
DPW BKPRMI Sulut berharap, ke depan setiap kegiatan yang melibatkan massa dan kecepatan harus memiliki standar keamanan yang ketat, serta koordinasi penuh dengan pemerintah dan aparat.
