MANADO – Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota dr. Richard Sualang menggelar rapat teknis bersama tim konsultan Balai Sungai Sulawesi I, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Selasa (4/8/2026), di Ruang Rapat Wali Kota.
Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Kota dr. Steaven Dandel, M.Ph., Asisten II Atto Bulo, Kepala Bapperida Marcos Kairupan, Kepala Dinas PUPR John Suwu, Kepala BKAD Constantine Doaly, jajaran konsultan, serta pejabat teknis terkait.
Dalam rapat itu, konsultan memaparkan rancangan pengendalian banjir Kota Manado berbasis Nature Based Solution (NBS) yang mengutamakan pendekatan ramah lingkungan. Konsep tersebut meliputi optimalisasi sistem drainase perkotaan, pembangunan lokasi penampungan sementara air, peningkatan daya resap tanah melalui infiltrasi, evapotranspirasi, hingga penguatan infrastruktur hijau.
Selain strategi jangka panjang, dipresentasikan pula sejumlah program prioritas seperti revitalisasi Embung Tikala, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Lapangan Sparta Tikala, Lapangan Ketang Baru, serta kawasan SMP Negeri 9 Manado.
Selama pemaparan berlangsung, Wali Kota dan Wakil Wali Kota aktif meminta penjelasan mengenai arah pelaksanaan program, termasuk rencana pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan yang telah berkembang menjadi permukiman.
Andrei Angouw menegaskan pembangunan RTH tidak hanya berfungsi sebagai kawasan resapan air, tetapi juga harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya, fasilitas yang telah dimanfaatkan warga sebaiknya tetap dipertahankan dan ditata lebih menarik tanpa menghilangkan fungsi utamanya.
Wali Kota menginginkan konsep taman kota yang lebih estetis dengan pepohonan rindang, area rekreasi yang nyaman, sekaligus mampu mendukung upaya pengurangan risiko banjir.
Wali Kota juga mengingatkan agar setiap pemanfaatan lahan dalam pelaksanaan proyek dipastikan memiliki kejelasan status kepemilikan sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Pada akhir pertemuan, Andrei Angouw turut mendorong Balai Sungai Sulawesi I agar lebih rutin melakukan pengerukan sungai. Menurutnya, kapasitas sungai yang terjaga akan membantu menampung debit air lebih besar saat curah hujan tinggi sehingga potensi banjir di Kota Manado dapat diminimalkan.(***)
