KOTAMOBAGU – Stadion Nunuk Matali menjadi panggung pembantaian saat Burako Alason FC menunjukkan superioritas mutlaknya atas Bonawang FC dengan kemenangan telak 7-0 tanpa balas.
Laga ke-9 Grup A Totabuan Champions League (TCL) 2026 yang digelar pada Kamis sore, 16 Juli 2026, berubah menjadi mimpi buruk bagi Bonawang FC. Sejak menit awal, Burako Alason tampil buas, agresif, dan tanpa memberi ruang sedikit pun bagi lawannya untuk bernapas.
Skuad asuhan pelatih Firman Usman itu langsung mengambil alih permainan sejak wasit Winsan Babay meniup peluit pertama. Tekanan demi tekanan mereka lancarkan ke jantung pertahanan Bonawang FC, hingga akhirnya Firjan membuka pesta gol pada menit ke-11.
Belum sempat Bonawang FC keluar dari tekanan, Rigel kembali menghukum kelengahan lini belakang lawan dengan gol kedua pada menit ke-23. Serangan Burako Alason terus menggila, dan menjelang turun minum Timan K menambah luka Bonawang FC lewat gol indah pada menit ke-40 untuk menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0.
Memasuki babak kedua, situasi tak banyak berubah. Burako Alason FC justru tampil semakin brutal. Julio memperbesar keunggulan menjadi 4-0 pada menit ke-51, sebelum Herdin D ikut menyumbang gol pada menit ke-67, meski sebelumnya sempat diganjar kartu kuning pada menit ke-46.
Bonawang FC yang ditangani Andi Daun tampak frustrasi dan kesulitan total untuk keluar dari tekanan. Mereka gagal membangun permainan dan justru terus dipaksa bertahan menghadapi gempuran bertubi-tubi dari sang pemuncak klasemen.
Pada menit-menit akhir pertandingan, Burako Alason FC belum juga puas. Saiful H mencetak gol pada menit ke-80+1, lalu Julio M kembali mengoyak gawang Bonawang FC pada menit ke-80+4 untuk menutup laga dengan skor mencolok 7-0.
Kemenangan besar ini menegaskan status Burako Alason FC sebagai penguasa mutlak Grup A. Mereka memastikan langkah ke fase grup kedua dengan rekor sempurna dan performa yang makin meyakinkan dari pertandingan ke pertandingan.
Sementara itu, bagi Bonawang FC, kekalahan memalukan ini menjadi alarm keras. Hasil buruk tersebut memperpanjang tren negatif mereka setelah sebelumnya juga takluk dari Mutiara Hitam Lobong. Jika tak segera berbenah, peluang mereka untuk bertahan di TCL 2026 bisa semakin menipis.
Pelatih Burako Alason FC, Firman Usman, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya yang tampil disiplin dan tajam sepanjang pertandingan.
“Anak-anak bermain sangat fokus sejak menit awal. Kami ingin menekan sejak awal dan mereka menjalankan instruksi dengan sangat baik. Kemenangan ini bukan hanya soal skor besar, tetapi soal kerja keras, disiplin, dan mental juara yang terus kami jaga,” ujar Firman Usman.
Ia menegaskan timnya tidak akan cepat puas meski sudah tampil dominan di fase grup.
“Kami bersyukur atas hasil ini, tapi perjalanan masih panjang. Saya selalu tekankan kepada pemain bahwa setiap laga adalah final. Kami akan tetap rendah hati dan menjaga konsistensi sampai akhir,” tambahnya.
Sementara itu, Manajer Burako Alason FC, Jordi Emor, menilai kemenangan 7-0 ini menjadi bukti nyata bahwa timnya layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat juara TCL 2026.
“Ini hasil yang sangat membanggakan. Para pemain menunjukkan kualitas dan semangat luar biasa. Kemenangan besar ini adalah buah dari kekompakan tim, kerja keras pelatih, dan dukungan penuh seluruh elemen Burako Alason FC,” kata Jordi Emor.
Jordi juga mengingatkan agar para pemain tetap fokus menghadapi fase berikutnya.
“Kami senang, tapi belum selesai. Target kami bukan hanya lolos grup, melainkan tampil sebaik mungkin di fase selanjutnya. Jadi kemenangan ini harus menjadi motivasi, bukan alasan untuk lengah,” tegasnya. (***)
