KOTAMOBAGU – Aroma panas sudah mulai terasa bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Stadion Nunuk Matali dipastikan bergemuruh saat Persin 1968 Sinindian berhadapan dengan Bintang Muda Matali (BMM) dalam laga bertajuk Derbi Kota Timur, Rabu (15/7/2026), pada lanjutan Totabuan Champions League (TCL) 2026.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Kedua tim sama-sama mengincar posisi puncak klasemen Grup B sekaligus membuka jalan menuju fase grup kedua TCL 2026. Dengan sama-sama mengoleksi kemenangan pada laga perdana, duel ini diprediksi berlangsung sengit sejak menit pertama hingga peluit akhir.
BMM yang tampil di hadapan publik sendiri tentu tak ingin kehilangan wibawa. Berbekal komposisi pemain berpengalaman asal Kota Ternate yang dipadukan dengan talenta lokal seperti Syahrul Muis, skuad Matali siap menunjukkan bahwa Stadion Nunuk Matali adalah benteng yang sulit ditaklukkan.
Namun Persin 1968 datang membawa misi yang jauh lebih besar. Kekalahan dari BMM pada ajang Piala Wali Kota Kotamobagu edisi kedua masih membekas di benak para pemain. Kini, momentum TCL 2026 menjadi panggung sempurna untuk menuntaskan rasa penasaran sekaligus membalas kekalahan tersebut.
Di bawah komando pelatih Yudi Mamonto, Persin dipastikan tampil tanpa rasa gentar. Derbi ini bahkan disebutnya sebagai salah satu pertandingan paling bergengsi yang selalu menghadirkan tensi tinggi.
“Ini derbi Kota Timur, derbi klasik. Pastinya pertandingan akan seru dan panas, baik secara tensi pertandingan maupun emosi. Apapun itu, Persin Sinindian intinya sudah siap menghadapi pertandingan besok sore,” tegas Yudi, Selasa (14/7/2026) malam.
Persin memang mendapat cobaan jelang laga penting ini. Dua pemain andalan, Wahyudi Hamisi dan Mario Londok, dipastikan absen. Meski demikian, Yudi tetap percaya diri karena menilai kedalaman skuadnya cukup mumpuni untuk mengisi kekosongan tersebut.
“Pemain inti ada dua yang tidak bisa main, Wahyudi Hamisi dan Mario Londok. Tapi tidak masalah, Persin punya kedalaman skuad yang lumayan bagus. Tentunya kita sudah siapkan pemain penggantinya. Intinya Persin siap tampil maksimal besok lawan Matali,” ujarnya optimistis.
Nama-nama seperti Budi Lasen, Randa Makalalag, dan Ari Mokoagow diprediksi akan menjadi tumpuan Persin dalam membongkar pertahanan BMM sekaligus mewujudkan misi balas dendam.
Tak hanya pertarungan strategi di atas lapangan, duel ini juga diyakini akan memanas di tribun. Rivalitas panjang kedua tim yang sama-sama berasal dari kawasan Kota Timur, ditambah dukungan suporter yang fanatik, dipastikan menciptakan atmosfer khas derbi yang sarat gengsi.
Laga ini menjadi salah satu pertandingan yang paling dinanti pada fase grup TCL 2026. Satu kemenangan akan membawa tim selangkah lebih dekat menuju babak berikutnya, sementara kekalahan bisa membuat persaingan di Grup B semakin rumit.
Akankah Persin 1968 sukses menuntaskan misi balas dendam dan merebut puncak klasemen? Atau justru Bintang Muda Matali kembali membuktikan dominasinya di kandang sendiri?
Jawabannya akan tersaji dalam Derbi Kota Timur yang dipastikan berlangsung panas, keras, dan penuh gengsi di Stadion Nunuk Matali. (***)
