Satu Korban Longsor Diduga Patahan Dampingan PT BDL Ditemukan, Excavator dan Motor Ikut Dievakuasi

BOLMONG – Setelah tiga hari dilakukan upaya pencarian, satu dari dua korban yang dilaporkan hilang akibat longsor di area patahan dampingan yang diduga berasal dari aktivitas PT Bulawan Daya Lestari (BDL) akhirnya berhasil ditemukan, Minggu (28/6/2026).

Korban ditemukan di sekitar lokasi longsor yang berada di kawasan perkebunan Monsi Bolingongot, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih dalam proses identifikasi oleh tim di lapangan.

Kapolsek Lolayan, AKP Johan Atang, membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, operasi pencarian masih terus dilanjutkan karena masih ada satu korban lainnya yang belum ditemukan.

“Satu korban sudah ditemukan dan saat ini masih dalam proses identifikasi. Proses pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan satu korban lainnya,” ujar AKP Johan Atang.

Sebelumnya, dua warga dilaporkan tertimbun material longsor, yakni Alipu Atimu alias Alip, warga asal Gorontalo yang berdomisili di Desa Mopait, serta Rivaldo Kandouw alias Baim, warga Desa Wineru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Selain menelan korban jiwa, longsor yang diduga berasal dari buangan atau patahan dampingan Overburden (OB) PT BDL itu juga mengubur sejumlah kendaraan dan alat berat yang berada di lokasi.

Seorang warga yang berada di lokasi, Acip, mengungkapkan bahwa tim gabungan telah berhasil mengevakuasi lima unit sepeda motor serta satu unit excavator merek Kobelco berwarna hijau tosca yang sebelumnya ikut tertimbun material longsor.

“Sepeda motor dan satu unit excavator juga sudah ditemukan,” katanya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama tim SAR gabungan dan masyarakat masih melakukan penyisiran di sekitar titik longsor dengan harapan satu korban yang masih dinyatakan hilang dapat segera ditemukan.

Peristiwa ini kembali menjadi sorotan terkait aktivitas di sekitar kawasan pertambangan yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja maupun masyarakat yang berada di lokasi. Aparat juga masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti terjadinya longsor tersebut. (***)

Exit mobile version