BITUNG – Pembukaan akses jalan alternatif milik PT MSM/TTN di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, sempat diwarnai ketegangan, Senin.
Sejak pagi, puluhan warga mendatangi dan menduduki pintu masuk jalan alternatif yang akan digunakan sebagai jalur pengalihan selama proyek perbaikan jalan nasional berlangsung. Situasi sempat memanas ketika warga meminta adanya kepastian tertulis sebelum akses jalan dibuka.
Warga yang didominasi ibu rumah tangga bahkan sempat menahan upaya pembukaan akses oleh petugas sebelum tercapai kesepakatan bersama.
“Kami sudah sepakat jalan dibuka, tapi tunggu dulu surat kesepakatannya. Mari sama-sama bersabar,” ujar salah satu warga saat proses mediasi berlangsung.
Untuk meredam situasi, perwakilan masyarakat bersama pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, TNI, Polri, Pemerintah Kota Bitung, serta pihak terkait menggelar dialog di Kantor Kelurahan Pinasungkulan.
Hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan yang dituangkan dalam surat pernyataan dan disetujui seluruh pihak.
Kasatker PJN I Sulawesi Utara, H. Tinggo Radetyo, menegaskan bahwa BPJN bertanggung jawab penuh terhadap proyek perbaikan jalan yang diperkirakan berlangsung selama lima hingga enam bulan.
Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas akan dialihkan melalui jalan alternatif milik PT MSM/TTN.
“Penggunaan jalan perusahaan ini hanya bersifat sementara hingga pekerjaan perbaikan jalan selesai,” tegas Tinggo di hadapan warga.
Pembukaan akses jalan alternatif yang menghubungkan Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara melalui Kelurahan Pinasungkulan itu mendapat apresiasi dari masyarakat setempat.
Tokoh masyarakat Pinasungkulan, Agus Pangalila, menyampaikan terima kasih kepada PT MSM/TTN yang telah memberikan akses jalan untuk kepentingan masyarakat dan pengguna jalan.
Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak, mulai dari BPJN Sulawesi Utara, Kodim 1310/Bitung, Polres Bitung, Pemerintah Kota Bitung, hingga masyarakat yang telah mengedepankan dialog dalam mencari solusi.
“Kami bersyukur tuntutan masyarakat dan komitmen pemerintah akhirnya menemukan titik temu. Kesepakatan perbaikan jalan dalam lima bulan ke depan sudah jelas, dan seluruh pihak berkomitmen untuk menjalankannya,” ujar Agus.(*)
