Saat Pulau-Pulau Terluar Diguncang Gempa, Bantuan Hadir Lewat Sabuk Nusantara 95

SANGIHE– Di tengah kondisi darurat pascagempa yang mengguncang pulau-pulau terluar Kabupaten Kepulauan Sangihe, kehadiran KM Sabuk Nusantara 95 menjadi penopang utama upaya kemanusiaan dan respons cepat pemerintah bagi warga terdampak di wilayah perbatasan Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama masyarakat menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, PT PELNI, nakhoda, serta seluruh anak buah kapal (ABK) KM Sabuk Nusantara 95 atas dukungan yang diberikan dalam penanganan darurat pascabencana gempa bumi.

Kapal perintis tersebut digunakan untuk mendukung mobilisasi Tim Pemerintah Kabupaten Sangihe dalam melaksanakan misi tanggap darurat di Pulau Kawio, Marore, dan Matutuang, yang terdampak bencana gempa bumi beberapa waktu lalu.

Pemerintah daerah menilai dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam memastikan penanganan darurat dapat berjalan cepat, terutama mengingat lokasi terdampak berada di kawasan kepulauan terluar yang memiliki tantangan aksesibilitas cukup tinggi.

Sinergi antara pemerintah pusat, BUMN pelayaran, awak kapal, serta pemerintah daerah disebut sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Kolaborasi tersebut juga menjadi simbol kepedulian bersama dalam membantu warga di wilayah perbatasan agar memperoleh dukungan dan penanganan yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat.(***)

Exit mobile version