Bupati Michael Thungari Turun Langsung, Logistik dan Layanan Kesehatan Dipercepat Pasca Gempa

SANGIHE – Di tengah dampak gempa yang masih dirasakan warga, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, dengan menargetkan penyaluran bantuan bagi hampir 500 kepala keluarga rampung dalam pekan ini.

Langkah tanggap darurat tersebut dipimpin langsung Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sangihe Cherry S. Thungari Soeyoenus. Keduanya turun ke lokasi terdampak untuk memastikan bantuan logistik dan pelayanan kesehatan berjalan tanpa hambatan.

Bantuan disalurkan kepada warga di Kampung Simueng, Bukide, Bentung, Lesabe I, dan Lesabe. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil pendataan lapangan agar seluruh bantuan diterima sesuai tingkat kebutuhan masyarakat terdampak.

Pemkab Sangihe memprioritaskan bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat berupa terpal, tikar, matras, dan paket sembako. Sementara warga dengan kategori kerusakan sedang menerima bantuan sesuai kebutuhan, sedangkan rumah rusak ringan memperoleh bantuan logistik dasar.

Selain distribusi bantuan, pemerintah daerah juga melakukan pemantauan layanan kesehatan di Posyandu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lanjut usia tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan meski berada dalam situasi pascabencana.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Bupati Michael Thungari mengingatkan pentingnya penerapan standar konstruksi bangunan yang aman guna mengurangi risiko saat terjadi bencana di masa mendatang.

Saat ini Pemkab Sangihe masih melakukan verifikasi dan validasi data kerusakan sebagai dasar penyusunan program rehabilitasi dan pemulihan. Proses tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai instansi terkait.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan darurat gempa serta memastikan pemerintah akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan selesai.(***)

 

Exit mobile version