Manado, Jamaah Haji Indonesia setelah tiba di Tanah Air melalui Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan pada Sabtu (13/6/2026), jamaah haji asal Sulawesi Utara (Sulut) yang tergabung dalam Kloter 5 Balikpapan, Minggu (14/2026) langsung di berangkatkan menuju Bandara Samratulangi Kota Manado.
Setelah tiba, jamaah haji Provinsi Sulut yang tergabung dalam Debarkasi Balikpapan melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing. Kepulangan para tamu Allah ini disambut suasana penuh haru dan syukur oleh keluarga yang telah lama menantikan mereka.
Tangis bahagia, pelukan hangat, serta ucapan syukur mewarnai pertemuan para jemaah dengan keluarga setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Hi. Amir Liputo menyampaikan, sukses besar Kementrian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Sulut pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, tersimpan berbagai cerita dan tantangan yang harus dihadapi para jemaah.
Dikatakannya, salah satu tantangan terbesar adalah cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi selama musim haji tahun ini.
Suhu udara di sejumlah wilayah tercatat berkisar antara 44 hingga 47 derajat Celsius, bahkan di beberapa lokasi mencapai hampir 50 derajat Celsius.
Kondisi tersebut menjadi ujian tersendiri, terutama bagi jemaah lanjut usia. Ketua Kafilah Jemaah Haji Sulawesi Utara Kloter 5 Tahun 1447 H/2026 M, Amir Liputo, mengatakan cuaca panas yang ekstrem menjadi tantangan paling berat selama pelaksanaan ibadah haji.
“Dalam suasana suhu yang sangat panas seperti itu, jamaah haji lansia berisiko mengalami disorientasi bahkan kehilangan ingatan sesaat. Itu menjadi tantangan paling berat yang kami hadapi selama di Tanah Suci,”ungkapnya di Bandara Samratulangi Manado.
Ia juga membeberkan, selain faktor cuaca, menurutnya masih banyak jemaah yang belum sepenuhnya mampu menyesuaikan kondisi fisik dengan aktivitas ibadah yang padat dan menguras tenaga.
“Tantangan berikutnya adalah masih ada jemaah yang belum bisa menyesuaikan kemampuan fisik masing-masing. Padahal ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mengandalkan kesiapan fisik,”jelasnya.
Meski demikian, Amir bersyukur seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik. Ia menilai koordinasi petugas dan pelayanan yang diberikan kepada jemaah berjalan optimal sehingga berbagai tantangan yang muncul dapat diatasi.
“Di luar itu, saya kira semuanya berjalan dengan baik. Walaupun ada satu jemaah yang wafat, namun secara umum jamaah lainnya dapat menyelesaikan ibadah dan kembali ke tanah air dengan selamat,”demikian pernyataannya dengan senyum haru.
Amir juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang dinilainya memberikan perhatian besar terhadap jemaah haji, mulai dari tahap persiapan keberangkatan hingga kepulangan ke daerah asal.
“Kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang sejak awal memberikan dukungan dan perhatian penuh kepada jemaah haji. Perhatian tersebut sangat dirasakan oleh para jemaah, baik sebelum berangkat, selama pelaksanaan ibadah haji, maupun saat kembali ke tanah air,” tuturnya.
Dengan tibanya seluruh jemaah haji Sulawesi Utara di Manado, rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 Debarkasi Balikpapan resmi berakhir. Meski dihadapkan pada cuaca ekstrem dan berbagai tantangan fisik, para jemaah berhasil menuntaskan rukun Islam kelima dengan penuh kesabaran dan semangat, serta kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat.
