BITUNG – Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, melakukan panen perdana jagung hibrida GJ 817 di lahan seluas 3 hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Sehati, Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Selasa (9/6/2026).
Panen tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi antara Poktan Sehati, Toko Girian Jaya, Monobox Cafe, dan Pemerintah Kota Bitung dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Dalam kesempatan itu, Hengky Honandar mengapresiasi inovasi yang dilakukan pengusaha Voltaire Loma, penggagas pengembangan benih jagung hibrida GJ 817 yang ditargetkan mampu menghasilkan hingga 8 ton per hektare.
“Saya mengapresiasi inovasi yang dilakukan Bapak Voltaire Loma. Semoga varietas ini terus dikembangkan sehingga produktivitasnya bisa meningkat dan menjadi salah satu jagung unggulan asal Kota Bitung,” ujar Hengky.
Menurutnya, pengembangan benih unggul lokal sangat penting untuk mendukung peningkatan hasil panen petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Voltaire Loma menjelaskan, panen perdana di lahan 3 hektare tersebut menghasilkan sekitar 20 ton jagung, dengan sebagian hasilnya dipersiapkan sebagai bibit unggul untuk pengembangan tanam berikutnya.
Ia mengatakan keberhasilan panen didukung penggunaan benih hibrida GJ 817 yang dipadukan dengan teknologi perbaikan kualitas tanah sehingga penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal.
“Kami menargetkan produktivitas hingga 8 ton per hektare, jauh di atas rata-rata hasil panen petani jagung yang saat ini masih berkisar 3 hingga 4 ton per hektare,” kata Loma.
Selain benih unggul, berbagai inovasi budidaya juga diterapkan, termasuk teknologi yang mampu mengurangi penggunaan pupuk hingga 50 persen serta pemberian nutrisi untuk menjaga kesehatan tanaman.
Ke depan, inovasi tersebut akan terus disosialisasikan kepada petani melalui pendampingan di berbagai wilayah agar semakin banyak petani menerapkan pola budidaya modern dan produktif.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Hengky Honandar menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian sejalan dengan program swasembada pangan nasional.
Karena itu, peningkatan produksi komoditas strategis seperti jagung menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. (*)
