Gorontalo Utara— Dukungan terhadap penanganan bencana di Kecamatan Biau terus mengalir. Kali ini, Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal Gorontalo menyalurkan bantuan bahan bakar minyak jenis Biosolar guna mendukung proses evakuasi dan pemulihan di wilayah terdampak.
Sebanyak 400 liter Biosolar atau setara dua drum diserahkan untuk membantu operasional alat berat serta kendaraan angkut yang digunakan dalam penanganan dampak bencana di tiga desa di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara.
Penyaluran bantuan dilakukan pada Selasa (2/6) dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan terminal Pertamina, pemerintah daerah, hingga aparat dan masyarakat setempat. Bantuan tersebut diterima oleh pihak kecamatan dan kemudian dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara untuk mendukung kegiatan di lapangan.
Manajemen Integrated Terminal Gorontalo menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat. Diharapkan, ketersediaan bahan bakar dapat memperlancar penggunaan alat berat sehingga proses evakuasi dan pemulihan berjalan lebih cepat.
Dari sisi komunikasi dan tanggung jawab sosial, Pertamina menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga hadir dalam aksi kemanusiaan.
Sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam mempercepat penanganan pascabencana.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah setempat pun menyambut baik bantuan tersebut karena dinilai sangat membantu kebutuhan mendesak, terutama dalam memastikan kelancaran mobilitas alat berat untuk membuka akses dan mempercepat evakuasi.
Melalui langkah ini, Pertamina berharap proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berlangsung lebih optimal sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.(*/lea)
