Tegas! Kapolda Sulut Turun Gunung Berantas Begal dan Premanisme di Sulawesi Utara

Irjen Pol Roycke Langie

MANADO – Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie, menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bumi Nyiur Melambai.

Bahkan, Kapolda secara tegas memerintahkan seluruh jajaran untuk memburu para pelaku begal dan tindak premanisme yang masih meresahkan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Kapolda saat memaparkan strategi besar penguatan keamanan di Sulawesi Utara melalui tiga pilar utama, yakni keamanan personal, keamanan infrastruktur, dan keamanan digital.

Menurut Irjen Roycke, daerah yang aman bukan sekadar dilihat dari rendahnya angka kriminalitas, melainkan dari kemampuan negara menghadirkan rasa aman dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.

“Bagaimana masyarakat melakukan aktivitas kegiatan, apakah ke kantor, sekolah, kampus, mall, tempat hiburan, tempat pariwisata, hingga rumah ibadah seperti gereja dan masjid, itu dipastikan aman,” tegas Kapolda.

Kapolda menjelaskan, aspek personal security menjadi fondasi utama dalam menciptakan stabilitas daerah. Karena itu, aparat kepolisian diminta hadir secara nyata di tengah masyarakat guna memberikan perlindungan maksimal.

Tak hanya itu, Kapolda juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur dalam mencegah tindak kriminalitas. Salah satu yang menjadi perhatian ialah penerangan jalan umum yang dinilai sangat berpengaruh terhadap rasa aman masyarakat.

“Seperti lampu jalan, supaya enggak gelap. Karena kalau gelap kan orang-orang biasanya ada takut,” ujarnya.

Di era modern saat ini, Kapolda menilai ancaman keamanan digital menjadi tantangan yang tak kalah serius. Ia mengingatkan bahwa konflik di media sosial dapat berkembang menjadi pertikaian nyata di lingkungan masyarakat.

“Digital security ini yang paling bahaya. Karena jari enggak bisa tahan, orang saling serang atau hujat, akhirnya menjadi konflik di dunia nyata,” ungkapnya.

Terkait maraknya gangguan kamtibmas belakangan ini, Kapolda memastikan seluruh kasus kriminalitas mendapat perhatian serius dari Polda Sulut.

Ia menegaskan, personel di lapangan terus bergerak melakukan penyelidikan dan penindakan hukum terhadap para pelaku kejahatan.

“Kalau ada pelaku yang belum tertangkap, saya sudah perintahkan untuk segera melakukan penangkapan sesuai dengan mekanisme hukum atau undang-undang yang berlaku,” cetusnya dengan nada tegas.

Kapolda juga memastikan Polda Sulut akan memperkuat operasi kewilayahan guna memberantas aksi begal dan premanisme yang meresahkan warga.

Dalam upaya pencegahan, Kapolda meminta masyarakat turut berperan aktif menjaga lingkungan sekitar. Ia menyoroti kebiasaan berkerumun di sejumlah titik yang berpotensi memicu tindakan kriminal.

Karena itu, masyarakat diminta segera melapor ke Polsek maupun Pos Polisi terdekat apabila menemukan aktivitas mencurigakan agar aparat dapat segera melakukan langkah antisipasi.

Selain penegakan hukum, Kapolda juga menginstruksikan seluruh Kapolres, Kapolsek hingga Bhabinkamtibmas untuk lebih aktif turun ke lapangan dan membangun komunikasi humanis dengan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

“Saya sampaikan sama jajaran untuk selalu turun ke bawah, untuk memberikan imbauan kepada anak-anak muda. Saya yakin oknum-oknum itu kalau kita selalu memberikan arahan, pasti akan mereka dengar,” tuturnya optimistis.

Di akhir keterangannya, Kapolda Sulut turut mengajak insan pers dan media massa menjadi mitra strategis dalam menjaga situasi tetap kondusif di Sulawesi Utara.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi yang akurat, menyejukkan, serta tidak memicu konflik di tengah masyarakat.

Kapolda berharap sinergi antara kepolisian, masyarakat, dan media dapat terus terjalin demi menciptakan Sulawesi Utara yang aman, damai, dan semakin sejahtera. (**)

Exit mobile version