Wartawan Kotamobagu Turun Tangan, Bawa Ekskavator dan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Bolmong

oleh -142 Dilihat

BOLMONG – Duka akibat banjir bandang yang menerjang Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru, dan Desa Komangaan, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, terus mengetuk kepedulian berbagai pihak.

Di tengah lumpur dan puing yang masih menutupi permukiman warga, komunitas wartawan Kotamobagu memilih tidak sekadar menjadi saksi lewat lensa kamera dan catatan berita.

Mereka turun langsung ke lokasi bencana membawa satu unit ekskavator, ratusan paket makanan siap saji, serta puluhan dus air mineral untuk membantu warga terdampak.

Aksi kemanusiaan itu bermula dari obrolan sederhana antara para wartawan dengan salah satu pengusaha yang ingin memberikan bantuan lebih dari sekadar perhatian dan pemberitaan.

Dari niat baik tersebut, sekitar 23 wartawan bersama seorang pengusaha bersepakat menghadirkan bantuan nyata berupa alat berat guna mempercepat proses pemulihan pascabanjir.

Ekskavator yang didatangkan langsung dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan endapan lumpur yang menutup aliran sungai serta halaman rumah warga.

Upaya itu sekaligus membuka akses yang sebelumnya tertutup agar aktivitas masyarakat perlahan dapat kembali berjalan.

Bersamaan dengan pengerjaan alat berat, bantuan kemanusiaan berupa ratusan paket makanan siap saji dan puluhan dus air mineral didistribusikan ke titik-titik pengungsian hingga rumah warga yang masih sulit dijangkau.

Bagi banyak keluarga korban, bantuan tersebut menjadi penyambung harapan di tengah kondisi dapur yang belum dapat digunakan dan akses kebutuhan dasar yang masih terbatas.

“Kami wartawan, sehari-hari melihat penderitaan orang lewat kamera dan catatan. Kali ini kami ingin jadi bagian dari solusi,” ujar Parindo Putabuga, salah satu anggota komunitas wartawan Kotamobagu.

Di tengah kepulan debu, suara mesin ekskavator, dan antrean warga penerima bantuan, aksi komunitas wartawan Kotamobagu memperlihatkan sisi lain dari profesi jurnalis.

Tak hanya hadir untuk menyampaikan kabar kepada publik, mereka juga memilih berada di garis kemanusiaan, membantu saat masyarakat membutuhkan.

Aksi ini menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu membutuhkan panggung besar. Terkadang, cukup dengan turun tangan dan hadir bersama mereka yang sedang berjuang bangkit dari bencana. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.