Brimob Sulut Turunkan Water Treatment Jernihkan Air yang Tercemar Lumpur

oleh -3571 Dilihat

BOLMONG – Memasuki hari ketiga pascabencana banjir bandang yang menerjang empat desa di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Utara masih terus berjibaku melakukan pemulihan di wilayah terdampak, Jumat (29/5/2026).

Empat desa yang terdampak yakni Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru dan Desa Komangaan. Di tengah kondisi warga yang masih berupaya bangkit dari terjangan banjir bandang pada Rabu (27/5/2026) lalu, kehadiran personel Brimob menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan.

Tidak hanya membersihkan material lumpur, kali ini Satbrimobda Sulut juga menurunkan kendaraan Water Treatment untuk membantu menjernihkan air yang tercemar lumpur akibat banjir.

Pengerahan kendaraan pengolah air tersebut dilakukan atas perintah Dansat Brimobda Sulut, Kombes Pol Robby Medianus Samban, S.I.K, menyusul banyaknya sumur warga yang tergenang dan tidak lagi layak digunakan.

Di lapangan, satu kompi personel Batalyon B Pelopor terus bergerak membersihkan endapan lumpur yang menutupi rumah warga serta akses jalan menuju lorong-lorong permukiman.

Deru kendaraan taktis dan semprotan air dari peralatan Brimob terlihat bekerja tanpa henti, mengangkat lumpur pekat yang masih menempel di dalam rumah-rumah warga.

Danyon B Pelopor Satbrimobda Sulut, Kompol I Wayan Wimantara, menegaskan bahwa pengerahan personel dan peralatan merupakan bentuk komitmen Brimob dalam membantu masyarakat yang terdampak.

“Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulut telah menurunkan pasukan sebanyak satu kompi yang sudah berjibaku selama tiga hari sejak awal bencana, dengan perlengkapan AWC untuk membantu mengeluarkan lumpur dari dalam rumah serta kendaraan Water Treatment untuk memberikan bantuan air minum dan air panas siap konsumsi yang digunakan masyarakat,” ujar Kompol I Wayan Wimantara.

Menurutnya, kehadiran kendaraan Water Treatment sangat penting pada masa tanggap darurat, terutama untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi warga yang sumurnya tercemar lumpur dan material banjir.

Sementara itu, data sementara menunjukkan Desa Solimandungan II menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Tercatat sebanyak 103 rumah terdampak, melibatkan 142 kepala keluarga (KK) atau sekitar 460 jiwa.

Di desa tersebut, terdapat pula kelompok rentan yang ikut terdampak, yakni 44 balita, 50 lansia, dan tiga ibu hamil.

Sedangkan di Desa Solimandungan I, banjir bandang berdampak pada 19 rumah dengan total 24 KK atau 89 jiwa, termasuk 11 balita dan enam lansia.

Sementara di Desa Komangaan, tercatat 11 rumah terdampak dengan jumlah 14 KK atau 48 jiwa. Adapun di Desa Solimandungan Baru, satu rumah milik satu kepala keluarga dengan empat jiwa turut terdampak.

Meski lumpur masih menyisakan jejak kerusakan, proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap. Personel Brimob bersama warga bahu-membahu membersihkan sisa material banjir dengan harapan kehidupan masyarakat di empat desa tersebut dapat segera kembali pulih. (***)