Keluarga Eman Ansik-Olii dan Konsi Modopola82 Ringankan Beban Warga Korban Bencana Alam Solimandungan

oleh -100 Dilihat

BOLMONG – Duka akibat banjir bandang yang menerjang Desa Solimandungan I, Solimandungan II, dan Komangaan, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, terus mengetuk kepedulian banyak pihak.

Di tengah perjuangan warga bangkit dari bencana, bantuan dan solidaritas masyarakat pun mulai mengalir.

Salah satu bentuk kepedulian datang dari keluarga Eman Ansik dan Ikha Olii bersama Konsi Modopola82, warga Desa Tanoyan Utara, yang tergerak untuk membantu meringankan beban para korban.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Eman Ansik bersama perwakilan Konsi Modopola82 dan diterima oleh tim panitia penanggulangan bencana di Kecamatan Bolaang, Kamis (28/5/2026).

Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan warga terdampak, terdiri dari 20 dus mie instan, 1 koli beras, 20 dus air mineral, 10 bak telur, 8 karton minyak kelapa, 2 karton ikan blek, serta 2 dus popok anak.

Eman Ansik mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian keluarga dan Konsi Modopola82 terhadap warga yang sedang tertimpa musibah.

“Ketika mendapatkan kabar, kami langsung melakukan koordinasi dengan Konsi Modopola82 dan segera membeli bahan-bahan yang sangat dibutuhkan oleh warga terdampak bencana,” ujar Eman.

Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan warga yang tengah menghadapi masa sulit.

“Semoga sedikit rezeki yang dititipkan Allah SWT dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Desa Solimandungan dan sekitarnya,” tambahnya.

Kepedulian tersebut mendapat apresiasi dari panitia penanggulangan bencana Solimandungan. Mereka menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kontribusi keluarga Eman Ansik serta Konsi Modopola82 yang turut mengambil peran membantu masyarakat terdampak.

Banjir bandang yang melanda wilayah Solimandungan dan sekitarnya memang memantik perhatian berbagai kalangan. Hingga kini, proses pemulihan masih terus berlangsung.

Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan relawan masih berjibaku melakukan pembersihan di sejumlah titik pemukiman yang tertutup material lumpur, bebatuan, serta tumpukan ranting dan potongan kayu yang terbawa arus.

Upaya pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu dan dukungan berkelanjutan. Karena itu, partisipasi masyarakat melalui donasi maupun keterlibatan sebagai relawan diharapkan dapat terus menguatkan semangat para korban untuk bangkit kembali dari musibah. (***)