Jalan Hanny Sondakh Resmi Dicanangkan, Jadi Ruas Jalan Terpanjang di Sulut

oleh -295 Dilihat

BITUNG — Pemerintah Kota Bitung resmi mencanangkan nama Jalan Hanny Sondakh untuk ruas Jalan Lingkar Lembeh, Selasa (26/5/2026), di Kelurahan Papusungan, Kecamatan Lembeh Selatan.

Jalan tersebut memiliki panjang mencapai 52,63 kilometer dan disebut-sebut menjadi ruas jalan dengan nama tokoh terpanjang di Sulawesi Utara.

Penamaan jalan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap almarhum Hanny Sondakh yang dinilai berjasa besar dalam pembangunan Jalan Lingkar Lembeh saat memimpin Kota Bitung pada periode 2006–2011 dan 2011–2016.

Karunia Lombonaung, warga Kelurahan Mawali yang saat itu menjabat sebagai kepala lingkungan, mengaku menjadi saksi perjuangan almarhum dalam merealisasikan pembangunan jalan di pulau Lembeh.

“Iya, saya melihat langsung bagaimana Pak Hanny Sondakh sangat serius membangun jalan lingkar ini. Hampir setiap minggu beliau datang ke Lembeh bertemu masyarakat untuk menjelaskan pentingnya pembangunan jalan ini,” ujarnya.

Menurutnya, pada awal pembangunan sempat ada penolakan dari sejumlah warga karena lahan kebun mereka terdampak proyek jalan. Namun, almarhum terus melakukan pendekatan secara persuasif hingga masyarakat akhirnya mendukung pembangunan tersebut.

Hal senada disampaikan Sermanus Pinaumang, warga Lembeh lainnya. Ia menilai kehadiran Jalan Lingkar Lembeh membawa dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Sejak jalan ini dibuka, masyarakat lebih mudah memasarkan hasil kebun dan perikanan. Perekonomian mulai berkembang. Karena itu kami bersyukur dan mendukung penamaan Jalan Hanny Sondakh,” katanya.

Pencanangan nama jalan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar berdasarkan Keputusan Wali Kota Bitung Nomor 188.45/HKM/SK/141/2023 tentang Penetapan Status Ruas Jalan Kota Bitung. Dalam keputusan tersebut, ruas Jalan Hanny Sondakh tercatat memiliki panjang 52,63 kilometer.

Dalam sambutannya, Hengky Honandar menegaskan bahwa penamaan jalan ini bukan sekadar pemberian nama, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian almarhum bagi kemajuan Kota Bitung.

“Penamaan jalan ini diharapkan dapat menjadi pengingat atas jasa dan perjuangan beliau dalam membangun daerah,” ujar Honandar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik, kebersihan, serta keamanan lingkungan agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Acara pencanangan ditutup dengan doa dan ungkapan syukur bersama masyarakat sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa almarhum bagi pembangunan Pulau Lembeh dan Kota Bitung. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.